Oleh karena itu, sinergi dengan tokoh agama dan organisasi kemasyarakatan menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan sosial.
Sementara itu, Ketua PCNU Kota Prabumulih, Ustadz Bayu Sugondo, menyampaikan terima kasih atas inisiatif silaturahmi yang digagas oleh Kapolres Prabumulih.
Ia menilai kegiatan tersebut sebagai bentuk nyata komitmen bersama dalam memperkuat persatuan serta menjaga stabilitas daerah.
Bayu Sugondo menegaskan bahwa PCNU Kota Prabumulih mendukung penuh peran Polri sebagai institusi negara yang berada langsung di bawah Presiden sebagaimana amanat konstitusi.
Menurutnya, dukungan terhadap institusi kepolisian merupakan bagian dari tanggung jawab moral sebagai warga negara dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Sebagai bagian dari warga negara Indonesia, Nahdlatul Ulama memiliki tanggung jawab untuk ikut menjaga serta membantu membangun NKRI.
Kami siap bersinergi dengan Polres Prabumulih dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa NU akan menjadi garda terdepan apabila terdapat pihak-pihak yang berupaya merusak tatanan negara maupun mengganggu stabilitas nasional.
Komitmen tersebut merupakan bagian dari semangat kebangsaan dan kecintaan terhadap NKRI yang selama ini dipegang teguh oleh warga Nahdlatul Ulama.
Menurut Bayu, nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin yang diajarkan NU sejalan dengan upaya menjaga kedamaian, toleransi, dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Karena itu, kerja sama dengan aparat kepolisian menjadi langkah konkret dalam merawat harmoni sosial di Kota Prabumulih.
Untuk diketahui, kegiatan silaturahmi tersebut juga diisi dengan dialog interaktif antara jajaran Polres Prabumulih dan pengurus NU beserta organisasi sayapnya.
Berbagai isu strategis dibahas, mulai dari penguatan moderasi beragama, pencegahan radikalisme, hingga peran generasi muda dalam menjaga stabilitas sosial.
Melalui forum ini, diharapkan terbangun komunikasi yang berkelanjutan antara Polres Prabumulih dan keluarga besar NU.