Ia menjelaskan, pimpinan memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran kolektif di lingkungan kerja.
BACA JUGA:Lima Fraksi DPRD Kota Prabumulih Sepakat Lanjutkan Pembahasan Tiga Raperda
BACA JUGA:DPRD Kota Prabumulih Gelar Reses Serentak, Aspirasi Warga Disusun Berdasarkan Skala Prioritas
Keteladanan dari manajemen puncak hingga level supervisor akan mendorong perubahan perilaku pekerja terhadap pentingnya keselamatan kerja.
“Kepemimpinan yang konsisten dan memberi contoh akan memperkuat implementasi K3 di seluruh lini organisasi.
Budaya keselamatan tidak bisa hanya menjadi slogan, tetapi harus tercermin dalam tindakan sehari-hari,” tuturnya.
Pertamina Drilling, lanjutnya, terus memberikan pemahaman kepada para pimpinan mengenai peran strategis mereka dalam membangun budaya K3.
Selain itu, perusahaan juga aktif membagikan praktik terbaik (best practice) dalam penerapan sistem manajemen keselamatan kerja di lingkungan operasionalnya.
Tidak hanya berfokus pada level manajemen, Pertamina Drilling juga mendorong peningkatan kesadaran, kepatuhan, serta partisipasi aktif seluruh pekerja dalam menerapkan standar K3.
Seluruh elemen perusahaan didorong untuk berani melaporkan potensi bahaya, melakukan evaluasi rutin, serta menjalankan prosedur kerja sesuai standar yang telah ditetapkan.
Komitmen tersebut sejalan dengan target perusahaan untuk mencapai Zero Fatality dan Zero Lost Time Injury (LTI).
Bagi perusahaan yang bergerak di bidang pengeboran migas, aspek keselamatan menjadi prioritas utama.
Setiap kegiatan operasional, mulai dari mobilisasi rig, proses pengeboran, hingga perawatan peralatan, memiliki potensi risiko yang harus dikelola secara disiplin dan sistematis.
Avep mengakui bahwa menjaga konsistensi budaya K3 di tengah dinamika operasional dan tantangan industri migas bukanlah hal yang mudah.
Fluktuasi harga energi global, tekanan efisiensi biaya, hingga tuntutan peningkatan produksi menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan jasa pengeboran.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa keberlanjutan bisnis sangat bergantung pada kemampuan perusahaan dalam mengelola risiko secara efektif.