Tanpa sistem keselamatan yang kuat, risiko kecelakaan kerja dapat berdampak tidak hanya pada pekerja, tetapi juga terhadap reputasi dan kinerja perusahaan secara keseluruhan.
“Relevansi budaya K3 sangat erat dengan keberlanjutan bisnis. Tanpa budaya keselamatan yang kuat, mustahil perusahaan dapat tumbuh secara berkelanjutan,” ucapnya.
Lebih lanjut, integrasi K3 dengan strategi bisnis dan kinerja perusahaan menjadi langkah penting agar aspek keselamatan tidak dipandang sebagai beban tambahan.
Sebaliknya, K3 harus dilihat sebagai investasi jangka panjang yang mendukung produktivitas dan efisiensi operasional.
Dengan mengintegrasikan K3 ke dalam perencanaan strategis, perusahaan memastikan bahwa setiap target operasional maupun finansial tetap mempertimbangkan aspek keselamatan sebagai prioritas utama.
Pendekatan ini juga sejalan dengan upaya perusahaan dalam mendukung ketahanan energi nasional. (abu)