PALPOS.CO - Cumi bakar pedas manis kini semakin populer di berbagai kota di Indonesia.
Hidangan ini tidak hanya memikat penikmat seafood, tetapi juga berhasil menarik perhatian para pecinta kuliner pedas.
Kombinasi rasa manis, pedas, dan gurih dari cumi membuatnya menjadi salah satu menu favorit di restoran, warung pinggir jalan, hingga gerai modern.
Menurut Chef Rudi, seorang pakar kuliner seafood di Jakarta, rahasia kelezatan cumi bakar terletak pada bumbu marinasi dan teknik memasaknya.
BACA JUGA:Es Buah: Minuman Segar yang Tak Pernah Lekang oleh Waktu
BACA JUGA:Es Pisang Ijo, Kuliner Tradisional yang Tetap Bertahan di Tengah Gempuran Modernisasi
“Cumi yang segar saja tidak cukup. Bumbu yang meresap dengan tepat dan cara membakarnya membuat rasa cumi lebih lezat.
Kita bisa menggunakan campuran bawang putih, cabai, kecap manis, dan sedikit air jeruk nipis agar rasa pedas dan manis seimbang,” ujarnya.
Sebelum dibakar, cumi harus dibersihkan dengan baik. Kepala, tinta, dan bagian perut dibuang, sementara kulit luar yang keras dikupas agar teksturnya lebih empuk saat dimasak.
Setelah itu, cumi biasanya direndam dalam bumbu marinasi minimal 30 menit agar rasa pedas manis meresap hingga ke serat dagingnya.
BACA JUGA:Es Teler Mutiara Jadi Primadona Baru Kuliner Tradisional yang Naik Kelas
BACA JUGA:Ayam Geprek Bakar, Inovasi Kuliner Pedas dengan Sensasi Aroma Smoky
Bumbu marinasi cumi bakar pedas manis biasanya terdiri dari cabai merah, bawang putih, bawang merah, kecap manis, saus tiram, sedikit garam, dan perasan jeruk nipis.
Beberapa varian juga menambahkan madu atau saus tomat untuk memperkuat rasa manis alami cumi.
“Yang penting jangan terlalu lama merendam cumi karena teksturnya bisa menjadi keras. Cumi itu sensitif, jadi harus pas waktunya,” tambah Chef Rudi.