Oleh sebab itu, penelitian lanjutan, pengembangan metode deteksi, dan strategi mitigasi tetap diperlukan.
“Learning toxicology is a way to raise awareness. Creating awareness and educating is important.” ujar Prof. Rohi.
Pesan tersebut menegaskan bahwa pembelajaran toksikologi tidak hanya bertujuan mengenali bahan berbahaya, tetapi juga membangun kemampuan untuk menilai risiko, mengambil keputusan yang proporsional, dan menerapkan langkah pencegahan berbasis bukti.
Melalui kegiatan ini, FKM Unsri berharap mahasiswa mampu memahami keterkaitan antara kesehatan manusia, keselamatan kerja, dan kualitas lingkungan.
Kuliah tamu internasional ini sekaligus memperkuat kolaborasi akademik FKM Unsri dengan Universiti Kebangsaan Malaysia dalam mendukung pendidikan berkualitas, kesehatan dan kesejahteraan, serta pembangunan berkelanjutan.**