Waktu pengukusan dapat disesuaikan dengan ukuran loyang dan ketebalan adonan.
Pastikan tutup kukusan dibungkus menggunakan kain bersih apabila diperlukan agar uap air tidak terlalu banyak menetes ke permukaan dodol.
Selama proses pengukusan, periksa kondisi adonan secara berkala.
Namun, hindari terlalu sering membuka tutup kukusan agar suhu tetap stabil.
6. Dinginkan dan Potong Dodol
Setelah adonan matang, keluarkan loyang dari kukusan dengan hati-hati.
Diamkan dodol hingga suhunya turun dan benar-benar dingin.
Tahap pendinginan penting dilakukan agar tekstur dodol menjadi lebih set dan mudah dipotong.
Jangan terburu-buru memotong dodol ketika masih panas karena teksturnya biasanya masih terlalu lunak dan dapat menempel pada pisau.
Setelah dingin, keluarkan dodol dari loyang.
Potong sesuai selera, baik berbentuk kotak, persegi panjang, maupun bentuk lainnya.
Agar hasil potongan lebih rapi, gunakan pisau yang telah diolesi sedikit minyak.
Cara ini juga dapat membantu mengurangi adonan dodol yang menempel pada pisau.
7. Tambahkan Wijen Sangrai dan Sajikan
Tahap terakhir adalah memberikan sentuhan tambahan pada dodol kukus gula merah.
Taburkan biji wijen sangrai di atas dodol atau gunakan sebagai pelengkap sesuai selera.
Wijen sangrai memberikan aroma khas sekaligus sensasi rasa yang semakin nikmat.
Perpaduan antara dodol yang manis dan legit dengan aroma gurih dari wijen membuat camilan tradisional ini semakin menggoda.