MUARA ENIM, PALPOS.CO - Tim Satgas Gabungan Kabupaten Muara Enim terus memaksimalkan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk membendung kobaran api agar tidak semakin mendekati kawasan pemukiman warga di Kecamatan Gelumbang dan Sungai Rotan.
Upaya penanganan tersebut dilakukan secara intensif hingga Senin malam (14/9), menyusul kobaran api yang melanda sejumlah lahan milik masyarakat dan perusahaan di dua kecamatan tersebut.
Penanganan di lapangan ditinjau langsung oleh Plt Bupati Muara Enim, Hj Sumarni bersama Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra, Dandim 0404 Muara Enim Letkol Kav Sahid Winagiri, perwakilan Kejaksaan Negeri Muara Enim, serta Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Muara Enim Abdurrorieq Putra.
Rombongan meninjau lokasi karhutla di Desa Teluk Limau dan Desa Sukamaju.
BACA JUGA:Warga Keluhkan Hampir Dua Pekan Air Tak Mengalir
BACA JUGA:Pengurangan Dana Transfer, Muara Enim Defisit Rp195 Miliar
Salah satu perhatian utama tim gabungan adalah kobaran api yang mulai mendekati kawasan pemukiman, khususnya di Desa Betung, Kecamatan Gelumbang.
Kondisi tersebut membuat Satgas memprioritaskan penyekatan dan pemadaman pada titik-titik api yang berada paling dekat dengan rumah warga.
Langkah ini dilakukan untuk mencegah api meluas dan menimbulkan ancaman lebih besar terhadap keselamatan masyarakat.
Dalam penanganannya, tim gabungan melibatkan personel Satgas BPBD Posko Gelumbang, Dinas Pemadam Kebakaran Muara Enim, Manggala Agni, TNI, Polri, serta masyarakat sekitar.
BACA JUGA:Komunitas Ojol Ramaikan Bakti Kesehatan Donor Darah HUT ke-71 Lalu Lintas Bhayangkara
BACA JUGA:APDESI Muara Enim Tolak Wacana Perpanjangan Jabatan Kades
Namun, upaya pemadaman menghadapi kendala serius berupa keterbatasan pasokan air. Sejumlah sumber air di sekitar lokasi diketahui mulai mengering akibat kemarau panjang.
Kondisi tersebut memaksa petugas mencari sumber air hingga ke desa sebelah dengan jarak tempuh mencapai sekitar 30 kilometer.
Meski menghadapi keterbatasan air, personel tetap bekerja ekstra keras untuk mengendalikan kobaran api hingga malam hari.