Iklan BANNER IDUL ADHA MEDIA 1447 H - PEMPROV SUMS
Iklan Banner Hari Pers Nasional - Empat Lawang
Iklan Astra Motor

Gelar GPM dan OPM, Beras Premium Diserbu

Gelar GPM dan OPM, Beras Premium Diserbu

GPM : Pemkab Muara Enim kembali menggelar GPM dan OPM yang dipusatkan di Terminal Pasar Mambo II, Kelurahan Pasar II, Kecamatan Muara Enim.-Foto:Dokumen Palpos-

MUARA ENIM, PALPOS.CO - Pemkab MUARA ENIM secara konsisten kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Operasi Pasar Murah (OPM) yang dipusatkan di Terminal Pasar Mambo II, Kelurahan Pasar II, Kecamatan MUARA ENIM, Kabupaten MUARA ENIM, Kamis 9 Juli 2026.

Dalam rangka menekan inflasi untuk menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan 2026 tersebut, terpantau beras premium sebanyak 3 ton ludes terjual.

Kegiatan yang dibuka oleh Staf Ahli Perekonomian dan Pembangunan, H Hermin Eko Purwanto ST MT didampingi Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Muara Enim, Dr Fredy Febriansyah SSTP MSi dan OPD terkait. 

Adapun komoditas yang dijual dengan harga terjangkau, yaitu beras premium Rp65 ribu per/5 kg, beras SPHP Rp60 ribu per 5 kg, gula pasir Rp14 ribu/kg, minyak goreng Rp 16 ribu/liter, mentega saset Rp5.500 per bungkus, Susu kental manis Rp10 ribu per/kaleng, tepung terigu Rp10 ribu per/kg, tepung tapioka Rp8 ribu per/kg.

BACA JUGA:Dukung Swasembada Pangan Nasional, Tanam Jagung Seluas 1 Hektar

BACA JUGA:100 Orang Penerima Manfaat Mendapat Subsidi Program MEMBARA

Dari berbagai komoditas yang dijual, ternyata beras premium dengan harga Rp65 ribu/5 kg sebanyak 3 ton yakni merk Rumah Tani dan Selancar dengan kemasan 5 kg yang paling banyak peminatnya, sehingga hanya dalam waktu 1 jam langsung habis.

Sedangkan merk SPHP sebanyak 2 ton meski harganya lebih murah Rp60 ribu per/5 kg agak kurang peminatnya. Kemudian, minyak goreng, gula dan tepung terigu terlihat juga membeludak.

"Saya lebih butuh beras dan minyak goreng, makanya ketika ada pasar murah saya langsung beli agak banyak, lumayan selisih harganya untuk beli kebutuhan lain," ujar Erni (40) salah satu ibu rumah tangga.

Menurut Erni, memang komoditas yang dijual sepertinya lebih murah dari pasaran karena disubsidi oleh pemerintah.

BACA JUGA:Tegaskan Belum Ada Indikasi Mafia Tanah Terorganisir

BACA JUGA:Penyelesaian Ganti Rugi Flyover, Dewan Akan Panggil PT KAI dan PT BA

Namun dari sekian banyak komoditas dirinya lebih memilih beras karena jika sudah ada beras untuk lauk pauknya bisa menyesuaikan sesuai kemampuan dan selera.

"Itu kalau merk Rumah Tani di pasaran bisa mencapai Rp79-80 ribu per/5 kg, disini dijual Rp65 ribu, makanya tadi saya beli 4 kampil sekaligus untuk stok. Saya bahkan tidak beli yang lain uangnya habis," ujar ibu empat anak ini.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: