Makam Datuk Syekh Abdussamad, Wisata Religi Mendunia di Calon Provinsi Barito Raya, Siapa Beliau?

Makam Datuk Syekh Abdussamad, wisata religi mendunia di calon Provinsi Barito Raya, Siapa Beliau?-Foto : Tangkapan Layar Youtube @val toedjoeh channel-
Ritual-ritual ini merupakan warisan budaya yang telah dilestarikan selama berabad-abad, menggabungkan unsur-unsur agama dengan tradisi lokal.
Pengunjung yang beruntung dapat mengamati atau bahkan berpartisipasi dalam ritual ini, mendapatkan wawasan yang mendalam tentang kearifan lokal dan nilai-nilai agama yang dijunjung tinggi.
Makam Datuk Syekh Abdussamad bukan hanya sekadar tempat berziarah, tetapi juga merupakan cara bagi masyarakat untuk merangkai kenangan abadi tentang leluhur mereka dan menghormati jasa-jasa spiritual yang telah memberi pengaruh besar bagi perkembangan wilayah ini.
Setiap kunjungan adalah penghormatan kepada nilai-nilai agama dan warisan budaya yang tetap hidup.
Dengan mengunjungi makam Datuk Syekh Abdussamad, perjalanan Anda di Barito Kuala tidak hanya akan menjadi petualangan alam semata, tetapi juga pengalaman spiritual yang mendalam.
Makam ini membuka pintu bagi semua orang, tak hanya umat Islam, untuk merasakan kedamaian dan kedalaman spiritual di tengah keindahan alam dan sejarah yang mengiringinya.
Inilah keajaiban yang menjadikan Barito Kuala lebih dari sekadar tujuan wisata biasa.
Siapa Syekh Abdussamad Al Banjari ?
Datu Bakumpai atau Syekh Abdussamad Al Banjari lahir tahun 1222 hijriah dan wafat pada 13 safar 1302 hijriah di usia 80 tahun.
Salah satu wasiatnya adalah jangan pernah berhenti untuk mengajarkan apa yang sudah dia ajarkan.
Datu Bakumpai atau Syekh Abdussamad Al Banjari semasa hidup pernah menimba ilmu ke Makkah.
Dia pulang ke kamapung halaman pada tahun 1913 ke Marabahan.
Setelah kembali dari Makkah, Syekh Abdussamad pernah mengajar di daerah hulu sungai, Barito Selatan hingga Barito Utara.
Di lokasi makam, dulunya sempat dibangun masjid, namun sekarang dipindah ke simpang Tarutan Marabahan.
Di masjid itu masih aktif berlangsung majelis taklim, dan mesjid itu biasanya dikunjungi para itikaf dan penziarah yang datang dari jauh untuk bermalam. ***
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: