Tahun 2024 Feeder LRT Palembang Musi Emas Dipastikan Masih Gratis

Tahun 2024 Feeder LRT Palembang Musi Emas Dipastikan Masih Gratis

Feeder LRT Palembang Musi Emas koridor 1-2 dipastikan masih gratis tahun 2024.-erika/palpos.id-

"Pembahasan ini menjadi kendala-kendala yang menyebabkan keterlambatan dalam satu minggu ini," tutupnya.

Aprizal menegaskan, pihaknya terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan memastikan kelancaran moda transportasi Feeder LRT Musi Emas di tahun 2024.

BACA JUGA:Perjuangan Pemekaran Wilayah: Kabupaten Rambang Lubai Lematang di Provinsi Sumatera Selatan

BACA JUGA:Honda Scoopy Tahun 2019: Pilihan Menarik dengan Dana Terbatas

"Insya Allah, Feeder LRT akan segera beroperasi kembali  dalam satu atau dua hari ke depan," jelas dia.

Ia menyatakan bahwa PJ Walikota Ratu Dewa memberikan perhatian khusus untuk memastikan kecepatan, ketepatan, dan kesesuaian dengan perundang-undangan yang berlaku.

"Besok kami akan melakukan klik e-katalog, dan Selasa atau Rabu Feeder akan berjalan normal lagi," ujar Aprizal 

Aprizal menjelaskan bahwa keterlambatan pembayaran dalam satu minggu terakhir terjadi karena beberapa tahapan, termasuk penyempurnaan kontrak di tahun 2024, penambahan rute, dan koordinasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta Aparat Penegak Hukum (APH) terkait penyempurnaan kontrak tahun 2024.

BACA JUGA:Skutik Bongsor Sporty 175 Cc Baru Meluncur : Bikin Yamaha Aerox 155 Minder, Harga Luar Biasa !

BACA JUGA:Alasan Kenapa Banten Memisahkan Diri dari Jawa Barat : Sejak Tahun 1950, Bermimpi Jadi Provinsi Mandiri !

Aprizal menekankan bahwa penggunaan dana sebesar itu mengharuskan pihaknya untuk berhati-hati agar terhindar dari kesalahan.

Pemkot Palembang berkomitmen memberikan pelayanan publik terbaik dari segi transportasi, dengan menetapkan bahwa Feeder LRT dapat digunakan secara gratis oleh masyarakat.

"Iya, kami mereview Feeder 2023 dengan BPKP dan Alhamdulillah bisa terlaksana dengan baik.

Namun, di awal tahun 2024, terdapat keterlambatan sedikit karena kita melakukan evaluasi terkait BOK dan kesepakatan kontrak dengan pihak ketiga pengelola," tambahnya.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: