Membangun Kota Hijau Berkelanjutan : Jenis Pertanian Perkotaan yang Mengubah Lingkungan

Membangun Kota Hijau Berkelanjutan : Jenis Pertanian Perkotaan yang Mengubah Lingkungan

Membangun Kota Hijau Berkelanjutan : Jenis Pertanian Perkotaan yang Mengubah Lingkungan. Fhoto : iStockphoto.com---

Keuntungan utama dari metode ini adalah penghematan air, penggunaan ruang yang minimal, dan peningkatan produksi tanaman dalam waktu yang singkat. 

Pertanian tanpa tanah ini dapat diterapkan di dalam ruangan atau di area terbuka kecil, membuatnya cocok untuk lingkungan perkotaan yang padat.

BACA JUGA:Mengatasi Tantangan Iklim: Irigasi sebagai Pilar Utama Pertanian Berkelanjutan di Era Modern

BACA JUGA:Revitalisasi Tanah dan Pertanian: Keajaiban Pupuk Organik Melawan Pupuk Kimia

3. Pertanian Vertikal (Vertical Farming)

Pertanian vertikal menciptakan lapisan-lapisan bertingkat untuk menanam tanaman. 

Dengan menggunakan sistem tumpuk, pertanian vertikal memungkinkan lebih banyak tanaman ditanam dalam ruang yang terbatas secara horizontal. 

Lampu LED dapat disesuaikan untuk memberikan intensitas cahaya yang optimal, memungkinkan pertanian vertikal di dalam ruangan sepanjang tahun. 

Teknologi ini membantu mengoptimalkan penggunaan lahan dan memberikan fleksibilitas untuk memilih jenis tanaman yang tumbuh sesuai dengan kebutuhan pasar lokal.

BACA JUGA:Budidaya Bawang: Melangkah Menuju Pertanian yang Berdaya Tahan dan Modern

BACA JUGA:Petani Cerdas: Meraih Sukses Penuh Warna di Musim Hujan dengan Strategi Pertanian yang Ampuh

4. Pertanian Mikro (Microfarming)

Pertanian mikro adalah konsep pertanian kecil-kecilan yang dapat diterapkan di lahan-lahan kecil atau bahkan di dalam wadah-wadah kecil. 

Dengan fokus pada tanaman-tanaman tertentu atau pertanian gantung, pertanian mikro dapat diterapkan di balkon apartemen atau halaman kecil di tengah kota. 

Ini memberikan kesempatan bagi individu untuk terlibat secara langsung dalam proses pertanian dan menciptakan keseimbangan antara gaya hidup urban dan keterlibatan dalam produksi pangan lokal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: