50 Ton Santan Beku Asal Sumsel Siap Diekspor ke China, Balai Karantina Tegaskan Aman dan Layak Konsumsi

50 Ton Santan Beku Asal Sumsel Siap Diekspor ke China, Balai Karantina Tegaskan Aman dan Layak Konsumsi

50 Ton Santan Beku Asal Sumsel Siap Diekspor ke China, Balai Karantina Tegaskan Aman dan Layak Konsumsi. foto: humas balai karantina sumsel--

Santan beku merupakan produk olahan kelapa unggulan yang memiliki nilai tambah tinggi di pasar global. 

Sumsel tercatat sebagai salah satu daerah penghasil santan kelapa terbesar di Indonesia.

BACA JUGA:Balai Karantina Sumsel Siap Menjadi Fasilitator untuk Perdagangan Antar Negara

BACA JUGA:Jelang Iduladha: Balai Karantina Sumsel Gencarkan Operasi Patuh di Pelabuhan Tanjung Api-Api

Sepanjang tahun 2024, total ekspor santan kelapa dari Sumsel mencapai 1.129 ton dengan nilai Rp27,11 miliar. 

China dan Hongkong menjadi dua pasar utama dengan permintaan yang terus meningkat.

Sementara itu, hingga Juli 2025, volume ekspor santan kelapa sudah menembus 212 ton dengan nilai ekonomi sekitar Rp5,87 miliar. 

Angka ini diproyeksikan terus naik seiring tingginya permintaan pasar internasional.

BACA JUGA:Menuju Pasar Global: Balai Karantina Fasilitasi Ekspor Serat Nanas Prabumulih hingga ke Spanyol

BACA JUGA:Balai Karantina Pastikan Kopi Pagaralam Bebas OPTK: Perdana Ekspor ke Malaysia Melalui Pelabuhan Boom Baru

“Melihat peluang ekspor yang menjanjikan, Karantina Sumsel siap mengawal jaminan kesehatan pangan agar produk kita, khususnya santan kelapa, dapat diterima di negara tujuan tanpa hambatan,” tutup Sri Endah.

Dengan tren positif ini, Sumsel semakin memperkokoh posisinya sebagai salah satu penyuplai santan beku dunia, sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap devisa negara dan kesejahteraan petani kelapa lokal.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: berbagai sumber