Iklan BANNER IDUL ADHA MEDIA 1447 H - PEMPROV SUMS
Iklan Banner Hari Pers Nasional - Empat Lawang
Iklan Astra Motor

Herman Deru Tuntaskan Persoalan Angkutan Batu Bara, Empat Flyover Dibangun.

Herman Deru Tuntaskan Persoalan Angkutan Batu Bara, Empat Flyover Dibangun.

Herman Deru Tuntaskan Persoalan Angkutan Batu Bara, Empat Flyover Dibangun. -Fhoto: humas pemprov sumsel-

PALPOS.CO - Komitmen Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru untuk mengakhiri persoalan kemacetan angkutan batu bara yang selama bertahun-tahun membebani masyarakat mulai diwujudkan melalui pembangunan empat flyover dan penguatan jalan khusus batu bara.

Langkah ini dilakukan untuk mengurai kemacetan di perlintasan sebidang, memperlancar distribusi logistik nasional, sekaligus meningkatkan kenyamanan serta keselamatan masyarakat di Kabupaten Muara Enim.

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama pembangunan flyover di perlintasan sebidang JPL 99 dan JPL 111, Kecamatan Ujan Mas, Kabupaten Muara Enim, Senin (6/7/2026).

Penandatanganan berlangsung di Balai Agung Serasan Sekundang dan menjadi tonggak dimulainya pembangunan infrastruktur strategis yang telah lama dinantikan masyarakat.

BACA JUGA:Kuasa Hukum Minta Penembakan Pekerja PT BCM di Banyuasin Diusut Tuntas, Tegaskan Tambang Kantongi Izin Resmi

BACA JUGA:Sebanyak 24.476 Lembar Uang Rupiah Tidak Asli Dimusnahkan di Sumsel

BACA JUGA:Polda Sumsel Pastikan Pria yang Diamankan di Area Helipad Tidak Terafiliasi Jaringan Terorisme

Dalam sambutannya, Herman Deru mengingatkan kembali kondisi Sumatera Selatan pada periode 2011–2018, ketika kemacetan akibat angkutan batu bara menjadi persoalan serius.

Hampir setiap pekan, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menerima aksi unjuk rasa dari masyarakat Muara Enim yang menuntut solusi atas kemacetan yang melumpuhkan jalur menuju Palembang hingga Lampung.

Menurut Herman Deru, dampak kemacetan saat itu tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga menimbulkan persoalan kemanusiaan.

Hasil panen petani membusuk karena waktu tempuh yang semula sekitar enam jam berubah menjadi belasan bahkan puluhan jam.

BACA JUGA:Sinergi KAI, Pemprov Sumsel, dan PTBA Bangun Dua Flyover di Muara Enim Dukung Ketahanan Energi Nasional

BACA JUGA:Hingga Mei 2026, Akun Konsumen Aset Kripto di Indonesia Capai 22,4 Juta, Nilai Transaksi Tembus Rp122 Triliun

Ia juga menyinggung adanya warga yang melahirkan di tengah kemacetan hingga pasien yang meninggal dunia akibat terlambat mendapatkan pertolongan medis.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: