Membuka ruang untuk berbicara tentang masalah mental tanpa stigma, dapat membantu individu merasa lebih nyaman untuk mencari bantuan dan dukungan.
3. Mengkonsumsi Alkohol
Ketika seseorang terutama yang masih muda, mengonsumsi alkohol dalam jumlah berlebihan, efeknya dapat langsung terasa pada kemampuan memori jangka pendek.
Alkohol dapat mengganggu proses konsolidasi memori, yang penting untuk menyimpan informasi sehari-hari ke dalam ingatan jangka pendek.
BACA JUGA: Skill Penambah Darahnya Sering Bikin Musuh Emosi, Inilah Cerita Estes, Sang Raja Elf Mobile Legend
BACA JUGA:Konflik Genosida, Warnai Alur Cerita Anime One Piece yang Bikin Orang Dewasa Greget Nonton
Hal ini menyebabkan kesulitan dalam mengingat peristiwa-peristiwa baru atau detail-detail penting setelah konsumsi alkohol.
Selain memengaruhi memori jangka pendek, alkohol juga dapat mengganggu fungsi kognitif lainnya seperti perhatian, pemecahan masalah, dan kemampuan untuk membuat keputusan yang tepat.
Ini memengaruhi kapasitas seseorang untuk belajar dan menyesuaikan diri dengan informasi baru.
4. Pola Makan Buruk.
Pola makan memiliki dampak signifikan pada fungsi kognitif, terutama pada kemampuan ingatan.
Mengkonsumsi berlebihan makanan yang mengandung lemak jenuh dan lemak trans dapat mengakibatkan efek negatif pada ingatan.
Khususnya di kalangan individu yang memasukkan makanan-makanan tersebut dalam diet mereka secara berlebihan.
Mengkonsumsi lemak jenuh dan trans yang berlebihan dapat memicu proses inflamasi dalam tubuh, serta merangsang stres oksidatif yang dapat merusak sel-sel otak.