Umumnya, orang yang mengalami gangguan ini akan menunjukkan gejala-gejala fisik, seperti nyeri dada, keluar keringat berlebih, napas memburu, sakit kepala dan detak jantung tidak teratur.
5. Separation Anxiety Disorder (Gangguan Kecemasan Berpisah)
Anxiety disorder ini disebabkan oleh perpisahan yang terjadi antara sang anak dengan orang tua ataupun figure pengganti orangtua di sekitarnya.
6. Social Anxiety Disorder (Gangguan Kecemasan Sosial)
Gangguan kecemasan sosial merupakan rasa ketakutan ekstrim yang muncul pada saat Anda berada di tengah-tengah banyak orang. Rasa takut yang muncul ini akan dihakimi, diamati atau dinilai didepan orang lain bisa membuat pengidapnya mengalami gejala fisik. Gejala fisik yang muncul seperti gemetar, berkeringat dan mual.
BACA JUGA:Xiaomi 15 Ultra : Inovasi Kamera Leica dan Performa Kencang
Cara Mengatasi Anxiety Disorder
Anxiety disorder bisa diatasi dengan dua cara yaitu sebagai berikut:
1. Psikoterapi
Jenis psikoterapi itu cukup banyak. Akan tetapi, jenis psikoterapi yang sering digunakan untuk mengatasi anxiety disorder adalah terapi perilaku kognitif (CBT). Terapi ini berfokus pada hubungan antara pola pikir, masalah dan juga perilaku.
Saat terapi ini berlangsung, Anda akan diajak untuk menggali lebih dalam semua hal tersebut agar bisa membentuk kebiasaan baru untuk menghadapinya dengan lebih baik lagi.
BACA JUGA:Sebanyak 356 Petugas Kebersihan di Kabupaten OKI Terima Dana Zakat
2. Obat-obatan
Anxiety disorder juga bisa diatasi dengan mengkonsumsi obat-obatan. Obat-obatan yang dikonsumsi harus dengan resep dokter agar gejala kecemasan yang dialami bisa menjadi lebih ringan.
Beberapa jenis obat yang sering diberikan pada pengidap anxiety disorder adalah obat anti kecemasan dan antidepresan.
Nah itulah informasi tentang anxiety disorder, mulai dari pengertian hingga cara mengatasinya. Anxiety disorder tidak bisa dibiarkan begitu saja dan harus segera diobati agar tidak semakin berakibat fatal. Informasi tentang anxiety disorder juga bisa Anda dapatkan di aplikasi Halodoc.