Imbauan yang baik belum tentu efektif jika tidak disertai kondisi yang memungkinkan warga untuk mematuhinya.
Meminta masyarakat tetap berada di dalam rumah, misalnya, merupakan langkah yang masuk akal ketika kualitas udara memburuk.
Namun, bagaimana dengan petani yang harus mengurus lahannya, pedagang kecil yang mengandalkan pendapatan harian, atau pekerja yang tidak memiliki pilihan untuk bekerja dari rumah?
Pertanyaan tersebut tidak dimaksudkan untuk mengurangi pentingnya imbauan kesehatan. Sebaliknya, hal itu menunjukkan bahwa perlindungan kesehatan perlu mempertimbangkan kenyataan hidup masyarakat.
Pemerintah daerah dapat memperkuat komunikasi risiko sekaligus mendorong langkah perlindungan bagi kelompok yang pekerjaannya membuat mereka sulit menghindari paparan.
BACA JUGA:Wisuda ke-186 UNSRI, 1.071 Lulusan Dikukuhkan, 331 Raih Predikat Pujian
Dunia usaha dapat menyesuaikan jam kerja, mengurangi pekerjaan luar ruangan ketika kondisi udara tidak aman, dan menyediakan alat pelindung yang sesuai.
Bagi anak-anak, sekolah dapat menyiapkan langkah antisipasi berdasarkan informasi kualitas udara.
Kegiatan luar ruangan dapat disesuaikan, sedangkan orang tua perlu memperoleh informasi yang jelas mengenai kondisi yang mengharuskan anak membatasi aktivitas di luar rumah.
Bagi lansia dan orang dengan penyakit kronis, puskesmas dapat mengoptimalkan edukasi dan pemantauan sesuai kebutuhan.
Mereka perlu mengetahui cara mengurangi paparan, mengenali tanda-tanda perburukan kondisi, serta mengakses pertolongan ketika diperlukan.
Karena itu, kebijakan perlindungan tidak cukup dirancang berdasarkan asumsi bahwa semua warga memiliki sumber daya dan pilihan yang sama. Kebijakan harus berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat.
Pembiayaan kesehatan perlu disiapkan, bukan sekadar menunggu
Perlindungan kesehatan akibat karhutla membutuhkan dukungan pembiayaan yang memadai.
Pembiayaan tersebut bukan hanya untuk mengobati pasien setelah sakit, tetapi juga untuk pemantauan kesehatan, edukasi masyarakat dan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan.
Karhutla dapat menambah beban pada sistem pelayanan yang sudah memiliki banyak tanggung jawab.