Stok Vaksin Booster Menipis, Ini Kata Dinkes OKU...

Stok Vaksin Booster Menipis, Ini Kata Dinkes OKU...

Kabid P2P Dinkes OKU, Andi Prapto.-Palpos.id-

BATURAJA, PALPOS.ID - Stok vaksin booster di Kabupaten OKU saat ini sudah menipis, yakni hanya tinggal 10 Pial saja (1 pial = 120 dosis).

Itupun sudah dibagikan ke sejumlah puskesmas yang ada di Bumi Sebimbing Sekundang.

"Paling beberapa hari lagi stok vaksin itu akan habis," tegas Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) OKU, Rozali, melalui Kepala Bidang P2P, Andi Prapto, saat dibincangi di ruang kerjanya, Senin 28 November 2022.

Dijelaskan Andi, secara keseluruhan animo masyarakat OKU untuk divaksin cukup tinggi.

BACA JUGA:Dinkes OKU Ajukan Penambahan Ribuan Dosis Vaksin COVID-19

Bahkan untuk vaksin Booster yang awalnya rendah peminat, sekarang sudah banyak yang mau divaksin.

"Ini mungkin pengaruh syarat untuk berpergian ke luar kota yang mewajibkan kita untuk divaksin Booster.

Akibatnya, warga OKU saat ini mulai banyak yang berminat untuk divaksin Booster," ungkapnya.

Selain itu, masyarakat OKU saat ini juga mulai tumbuh kesadarannya perihal betapa pentingnya untuk divaksin sampai tahap ketiga atau Booster.

BACA JUGA:Kabupaten OKU Terima 1.200 Dosis Vaksin COVID-19

"Alhamdulilah sosialisasinya berhasil. Sekarang dalam sehari setiap puskesmas di OKU ini mampu melayani warga yang hendak divaksin Booster sebanyak 50 hingga 100 orang," katanya.

Hanya saja kendalanya, lanjut Andi, stok vaksin Booster di OKU saat ini sudah menipis, sehingga Dinkes OKU mengambil langkah cepat dengan mengajukan permintaan penambahan vaksin lagi ke Kemenkes RI lewat Dinkes Provinsi.

"Mudah-mudahan saja vaksin Boosternya bisa cepat dikirim, sehingga kita bisa melaksanakan vaksin tahap ketiga lagi," ujarnya.

Berdasarkan data dari Dinkes OKU total cakupan vaksin tahap pertama adalah 83,10 persen, vaksin tahap kedua 68,43 persen.

BACA JUGA:Cakupan Vaksinasi Primer di Kabupaten OKU Capai 67,99 Persen

Kemudian, vaksin Booster 22,58 persen dan vaksin Booster lanjutan atau tahap keempat 38,34 persen. (*)

Sumber: