FJB Usulkan Pembentukan Provinsi Jambi Barat Pemekaran Provinsi Jambi, Ini Tanggapan Gubernur Al Haris...

FJB Usulkan Pembentukan Provinsi Jambi Barat Pemekaran Provinsi Jambi, Ini Tanggapan Gubernur Al Haris...

Wacana pembentukan Provinsi Jambi Barat pemekaran Provinsi Jambi yang diusulkan Forum Jambi Barat atau FJB beberapa bulan yang lalu.-Palpos.id-Dokumen Palpos.id

JAMBI, PALPOS.IDForum Jambi Barat atau FJB usulkan pembentukan Provinsi Jambi Barat pemekaran Provinsi Jambi sebagai daerah otonomi baru atau DOB.

Dimana, wacana pemekaran Provinsi Jambi itu bukan tanpa alasan, meskipun moratorium DOB belum dicabut Pemerintah Pusat. 

Misalnya, karena wilayah Jambi yang luas, sehingga perlu bagi wilayah untuk memudahkan koordinasi.

Selain itu, dengan penambahan provinsi baru tentu bisa menambah alokasi anggaran dari Pemerintah Pusat untuk pemerataan pembangunan.

BACA JUGA:Wacana Pemekaran Kabupaten Bungo Provinsi Jambi Bentuk Daerah Otonomi Baru Kota Muara Bungo, Ini Progresnya...

BACA JUGA:Usulkan Kabupaten Daerah Otonomi Baru Kabupaten Kerinci Hilir Pemekaran Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi

Forum Jambi Barat atau FJB sendiri diisi tokoh masyarakat, diantaranya Ramli Thaha, Syamsurizal, Hamdan, Saiful Riswandi, Sri Hartati, serta tokoh lainnya.

Bahkan, jika Provinsi Jambi Barat terealisasi bakal ada 5 kabupaten dan satu kota siap bergabung dengan provinsi daerah otonomi baru tersebut.

Kabupaten dan kota yang bakal tergabung di wilayah provinsi baru bernama Provinsi Jambi Barat itu, yakni Kota Sungai Penuh.

Kemudian, Kabupaten Kerinci, Kabupaten Merangin, Kabupaten Bungo, Kabupaten Tebo, dan Kabupaten Sarolangun.

BACA JUGA:Usulkan Kabupaten Daerah Otonomi Baru Pemekaran Kabupaten Muaro Jambi Provinsi Jambi...

BACA JUGA:Pemekaran Kabupaten Merangin Provinsi Jambi Wacanakan Bentuk 2 Kabupaten Daerah Otonomi Baru

Pemekaran sendiri sangat pantas, karena saat ini Provinsi Jambi saat ini memiliki 9 kabupaten dan 2 kota, dengan luas wilayah 49.027 kilometer persegi.

Kemudian, jumlah penduduk Provinsi Jambi 3.56 juta jiwa lebih sesuai data Badan Pusat Statistik atau BPS tahun 2019 yang lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: