Baru Seminggu Kampanye Pemilu 2024, Kemenkominfo Sudah Temukan Belasan Hoaks, Terbanyak Isu Ini

Baru Seminggu Kampanye Pemilu 2024, Kemenkominfo Sudah Temukan Belasan Hoaks, Terbanyak Isu Ini

Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo Usman Kansong dalam jumpa pers di Kantor Kemenkominfo di Jakarta, Senin (4/12/2023)--

POLITIK, PALPOS.ID - Periode kampanye Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, yang dimulai pada 28 November, menjadi sorotan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). 

Dalam waktu seminggu terakhir, setidaknya 19 isu hoaks berhasil diidentifikasi, menunjukkan tingginya potensi penyebaran informasi yang tidak akurat selama proses kampanye.

Dilansir dari Antara, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo, Usman Kansong, mengungkapkan bahwa hingga akhir November, sudah tercatat 51 isu hoaks terkait Pemilu 2024

BACA JUGA:Ganjar-Mahfud Janji Mengaktifkan Kelompok Difabel: No One Left Behind

BACA JUGA:Kawal Pemilu Serentak 2024 Mendatang, Polres Ogan Ilir Terjunkan 555 Anggota

Pada tanggal 6 Desember, jumlah tersebut meningkat menjadi 70 isu hoaks. Peningkatan signifikan ini mencerminkan tantangan yang dihadapi dalam mengatasi penyebaran informasi palsu yang dapat mempengaruhi opini masyarakat.

Dibandingkan dengan data pekan sebelumnya, terjadi peningkatan sebanyak 19 isu hoaks dalam delapan hari terakhir. Fakta ini menunjukkan tingginya aktivitas penyebaran informasi yang tidak valid selama periode kampanye.

Tim Artificial Intelligence for Society (AIS) dari Kemenkominfo mencatat bahwa isu-isu hoaks menyebar di berbagai platform media sosial. 

BACA JUGA: Bakal Calon Walikota Pagar Alam 2024 Muncul : H Alfrenzi Panggarbesi S.Si Dikabarkan Gandeng Rara Fadly

BACA JUGA:Bawaslu Ingatkan ASN untuk Fokus layani Masyarakat

Hingga saat ini, tercatat 657 konten hoaks yang ditindaklanjuti, dengan 514 konten telah diturunkan dan 143 konten masih dalam proses penanganan lebih lanjut.

Facebook menjadi platform utama penyebaran konten hoaks dengan temuan sebanyak 877 konten. 

Twitter menempati posisi kedua dengan 544 konten, diikuti oleh TikTok (225 konten), Instagram (81 konten), YouTube (34 konten), dan Snack Video (17 konten).

BACA JUGA:Kepala Daerah Tak Wajib Mundur saat Nyalon Pilkada dan Pilpres 2024, Ini Kata Pengamat Politik..

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: