Peran Kader KB Pria Dalam Meningkatkan Partisipasi Pria Dalam KB

Peran Kader KB Pria Dalam Meningkatkan Partisipasi Pria Dalam KB

--

Selain untuk mencegah kehamilan, kontrasepsi juga dapat digunakan untuk menunda dan menjarangkan kehamilan. Partisipasi pria dalam program pengaturan keluarga bisa bersifat langsung atau tidak langsung.

Dukungan langsung laki-laki dalam program KB adalah dengan memanfaatkan salah satu metode atau teknik untuk mencegah kehamilan, diantaranya vasektomi (MOP/Kontrasepsi Mantap pria), kondom, senggama terputus dan pantang berkala (Kemenkes RI, 2011) (WHO, 2011).

Pendidikan kesehatan pada dasarnya adalah suatu tindakan atau upaya untuk menyampaikan pesan-pesan kesehatan kepada masyarakat setempat, kelompok atau individu.

Memperoleh informasi tentang kesehatan yang lebih baik akan mencapai perubahan dalam target perilaku. Pendidikan kesehatan juga merupakan interaksi yang memiliki informasi dan hasil.

Untuk mencapai hasil yang ideal, elemen materi, moderator, teknik, dan bantuan/alat peraga harus dibentuk dalam kolaborasi yang harmonis, yang berarti bahwa materi yang diberikan harus sesuai dengan tujuannya begitu pula media yang digunakan (Maulana, 2009).

Melalui media pendidikan kesehatan dapat mempermudah penerimaan pesan-pesan kesehatan bagi masyarakat pada umumnya atau klien.

Dilihat dari kemampuannya, media cetak merupakan salah satu media yang digunakan sebagai alat penyampaian pesan-pesan kesehatan (Maulana, 2009) (Notoatmodjo, 2003).

Booklet merupakan media cetak yang digunakan untuk memudahkan individu dalam menerima informasi yang ingin disampaikan.

Media booklet saat ini turut terlibat dalam memajukan kesehatan karena berisi pesan-pesan kesehatan yang singkat dan padat yang dimasukkan dalam struktur buku, menyorot gambar dan menulis.

Selain karena booklet dapat disimpan dalam waktu lama, booklet juga dapat dipelajari secara mandiri.

Keunggulan lain dari media booklet adalah tidak sulit dalam penyampaiannya dan dapat memberikan lebih banyak informasi yang mungkin tidak dapat dperoleh bila disampaikan secara lisan (Santia dan Umar,2021).

Kader Keluarga Berencana yang selanjutnya disebut Kader adalah kader terpilih masyarakat yang membantu penyelenggaraan program kependudukan dan keluarga berencana berbasis masyarakat.

Kewajiban unit tersebut diantaranya mengunjungi setiap keluarga untuk pemutakhiran data peserta mengenai KB,berkoordinasi dengan RT setempat, tokoh lingkungan, dan penyuluh KB, perekapitulasian data dan pemberi motivasi, penyuluh, serta pembinaan kepada calon peserta maupun peserta KB yang didampingi oleh instruktur KB (PP RI, 2014).

Menurut asumsi penulis, partisipasi pria dalam KB secara aktif sebagai akseptor dapat meningkat dengan landasan pemahaman yang baik tentang KB khususnya metode bagi pria.

Landasan pengetahuan ini dibangun oleh keaktifan para kader KB Pria yang telah dilatih secara baik pada kegiatan pelatihan KB pria.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: