Ibas Yudhoyono Raup Suara Tertinggi se-Indonesia, Komeng Tembus 2 Juta Suara untuk DPD RI

Ibas Yudhoyono Raup Suara Tertinggi se-Indonesia, Komeng Tembus 2 Juta Suara untuk DPD RI

Komeng dan Ibas Yudhoyono yang berhasil meraup suara terbanyak dalam Pileg 2024.--

JAKARTA, PALPOS.ID- Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas Yudhoyono), menorehkan prestasi gemilang dengan memperoleh suara terbanyak se-Indonesia dalam Pemilu Legislatif (Pileg) 2024.

Data real count KPU pada Kamis 22 Februari 2024 pukul 23.00 WIB mencatat bahwa Ibas berhasil mengumpulkan 249.345 suara, mengungguli total suara dari seluruh dapil Pileg di tanah air.

Ibas, yang mencalonkan diri sebagai caleg dapil Jawa Timur VII, meraih dukungan tinggi dari daerah-daerah seperti Pacitan, Ngawi, Ponorogo, Trenggalek, dan Magetan. 

Hingga saat ini sudah sekitar 81,06 persen data masuk. Diprediksi perolehan suara Ibas masih terus meningkat selama proses rekapitulasi KPU.

BACA JUGA:Reses DPRD Sumsel: Langkah Konkret Penanggulangan Stunting di Puskesmas Pakjo Palembang

BACA JUGA:Skandal Money Politik Mengguncang Pemilu 2024: Tiga Caleg Dilaporkan ke Gakkumdu Sumsel

Sementara itu, sorotan juga tertuju pada Alfiansyah Bustami alias Komeng, caleg DPD RI dapil Jawa Barat, yang berhasil memperoleh suara dengan 2.058.928 atau 19,97 persen, berdasarkan real count pada Kamis 22 Februari 2024 pukul 23.01 WIB.

Meskipun tidak begitu aktif dalam kampanye, Komeng berhasil mendapatkan dukungan luar biasa dari masyarakat. 

Dalam sebuah podcast bersama Deddy Corbuzier di kanal YouTube pribadinya, Komeng diakui atas strategi cerdasnya dalam mendapatkan suara. 

Deddy Corbuzier bahkan membandingkannya dengan calon legislatif lain yang lebih aktif dalam kampanye.

BACA JUGA:Reses DPRD Sumsel: Langkah Konkret Penanggulangan Stunting di Puskesmas Pakjo Palembang

BACA JUGA:Golkar Muba Borong 11 Kursi, Kuasai Peraihan Suara Pileg 2024

Dalam tanggapannya, Komeng mengungkapkan bahwa dia bekerja secara diam-diam tetapi berhasil meraih dukungan. 

Pendekatan diam-diam dan strategisnya menjadi sorotan karena berbeda dengan calon legislatif lain yang lebih terlibat dalam kampanye. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: