Seorang PNS Prabumulih Disiram Menggunakan Air Keras, Diduga Ini Motif Pelaku

Seorang PNS Prabumulih Disiram Menggunakan Air Keras, Diduga Ini Motif Pelaku

Disiram Dengan Air Keras, Seorang PNS Puskesmas Barat Kota Prabumulih Alami Luka Bakar-foto: Prabu/PALPOS.ID-

PRABUMULIH, PALPOS.ID - Insiden tragis penyiraman air keras terhadap seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Puskesmas Prabumulih Barat pada Rabu, 6 Maret 2024, telah mengguncang masyarakat Prabumulih. 

Berita tersebut menarik perhatian banyak orang, yang bertanya-tanya siapa pelaku penyiraman air keras tersebut dan apa motif di balik aksi kejam tersebut.

Korban dari insiden ini adalah seorang perempuan berinisial AP, seorang PNS yang bertugas di Puskesmas Prabumulih Barat. 

Saat kejadian terjadi, AP mengalami luka bakar parah di seluruh tubuhnya, diperkirakan mencapai 18 persen, akibat disiram dengan asam sulfat atau air cuka para (air keras). 

BACA JUGA:Disiram Dengan Air Keras, Seorang PNS Puskesmas Barat Kota Prabumulih Alami Luka Bakar

BACA JUGA:Sempat Buron, Pelaku Pembunuhan di OKU Akhirnya Ditangkap

Pelaku diduga adalah suaminya sendiri, seorang pria yang dikenal dengan inisial YS alias YY.

Dugaan kuat terhadap pelaku muncul karena motif yang muncul di balik aksi tersebut. 

Menurut informasi yang dihimpun, pelaku diduga melakukan aksi penyiraman air keras karena tidak terima akan dicerai oleh korban. 

Sejumlah sumber yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa rumah tangga korban dan pelaku sudah lama tidak harmonis. Bahkan, korban tengah mengurus perceraian dengan pelaku.

BACA JUGA:Lagi Asyik Maket Sabu-Sabu, Seorang Pemuda di Prabumulih Dibekuk Tim Opsnal Satresnarkoba

BACA JUGA:Terlibat Aksi Pengeroyokan, 2 Pemuda di Prabumulih Diringkus Polsek Prabumulih Barat

"Pelakunyo nih suaminyo dewek," ungkap salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya. 

Menurut sumber tersebut, rumah tangga korban dengan pelaku sudah lama tidak harmonis. Bahkan saat ini, korban tengah mengurus perceraian dengan terduga pelaku. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: