3 Strategi Presiden Prabowo Perkuat Ekonomi Indonesia untuk Hadapi Tarif 32% Trump

3 Strategi Presiden Prabowo Perkuat Ekonomi Indonesia untuk Hadapi Tarif 32% Trump

3 Strategi Presiden Prabowo Perkuat Ekonomi Indonesia untuk Hadapi Tarif 32% Trump.-Palpos.id-Dokumen Palpos.id

PALPOS.ID - 3 Strategi Presiden Prabowo Perkuat Ekonomi Indonesia untuk Hadapi Tarif 32% Trump.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Rabu, 2 April 2025, mengumumkan penerapan tarif baru yang mencakup tarif dasar sebesar 10% untuk hampir semua barang impor ke AS. 

Selain itu, diterapkan 'Tarif Timbal Balik' terhadap sejumlah negara, termasuk Indonesia, dengan besaran 32%. ​

Menanggapi kebijakan tersebut, Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, telah menyiapkan tiga langkah strategis untuk menghadapi dinamika perdagangan global dan menjaga ketahanan serta optimisme ekonomi Indonesia.​

BACA JUGA:Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar Hadiri Retreat Kepala Daerah Usai Dilantik Presiden Prabowo

BACA JUGA:Respon Perintah Presiden Prabowo: Polres OKI Berencana Buat Dapur untuk Program MBG!

1. Memperluas Jaringan Mitra Dagang

Salah satu langkah utama yang diambil Presiden Prabowo adalah memperluas jaringan mitra dagang Indonesia. 

Dalam minggu pertama setelah dilantik, ia mengajukan keanggotaan Indonesia dalam BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan), kelompok ekonomi yang mencakup 40% perdagangan global. 

Langkah ini bertujuan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan internasional dan meningkatkan peluang ekspor.​

Selain itu, Indonesia telah menandatangani berbagai perjanjian dagang multilateral seperti Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), yang mencakup 27% perdagangan global, serta mengajukan aksesi ke Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) yang mencakup 64% perdagangan global.

BACA JUGA:Presiden Prabowo Ingatkan Pers Hindari Penyebaran Hoaks yang Dapat Memecah Belah Bangsa

BACA JUGA:Silaturahmi: Kajari OKI Sampaikan Siap Kawal Program Asta Cita Presiden Prabowo! 

Indonesia juga terlibat dalam perjanjian dagang lainnya seperti CP-TPP, IEU-CEPA, dan I-EAEU CEPA.​

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: