Sersan Mabes Jadi Solusi Efektif Atasi Penumpukan Sampah di Kelurahan Mangga Besar

Sersan Mabes Jadi Solusi Efektif Atasi Penumpukan Sampah di Kelurahan Mangga Besar

Gerobak sampah bantuan warga untuk program Sersan Mabes-Foto:dokumen palpos-

PRABUMULIH, PALPOS.ID Persoalan sampah masih menjadi isu besar di berbagai kota, termasuk di Kota Prabumulih.

Namun, langkah inovatif yang dilakukan oleh Kelurahan Mangga Besar, Kecamatan Prabumulih Utara, berhasil mencuri perhatian publik.

Melalui program inovatif bernama Serine Kebersihan Mangga Besar atau disingkat Sersan Mabes, volume sampah rumah tangga yang semula kerap menumpuk kini berhasil ditekan hingga 80 persen.

Program ini pertama kali diluncurkan secara resmi bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, 5 Juni 2025.

BACA JUGA:Bumi Perkemahan Prabumulih di Desa Pangkul Terbengkalai, Warga Harap Ada Revitalisasi

BACA JUGA:Dapat Bantuan Kemendes RI, Desa Talang Batu Rehab Pagar Kantor dan Pasang Konblok Konblok

Sejak itu, perubahan nyata langsung dirasakan oleh masyarakat.

Lingkungan yang sebelumnya kerap dipenuhi sampah kini terlihat lebih bersih, sehat, dan tertata.

Lurah Mangga Besar, Asniliaty, menuturkan bahwa program ini lahir dari kesadaran kolektif warga serta kebutuhan mendesak untuk mengatasi permasalahan sampah yang semakin kompleks.

“Sejak diterapkan, sampah rumah tangga berkurang drastis. Jalan dan selokan yang sebelumnya kerap dipenuhi sampah kini lebih bersih.

BACA JUGA:Empat Personel Satlantas Polres Prabumulih Raih Penghargaan Bergengsi di Dikbangspes Lantas Gelombang IV

BACA JUGA:Tragis! Pelajar SMP Negeri 2 Prabumulih Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Perlintasan Tanpa Palang Pintu

Bahkan sepanjang Jalan Mangga Besar hampir bebas dari tumpukan sampah,” ujarnya bangga.

Dikatakan Lurah Mangga Besar, persoalan sampah bukanlah hal baru di Mangga Besar.

Sebagai salah satu kelurahan dengan tingkat kepadatan penduduk cukup tinggi di Prabumulih, produksi sampah rumah tangga pun relatif besar.

Selama bertahun-tahun, warga sering dihadapkan pada masalah penumpukan sampah yang lambat terangkut.

BACA JUGA:Walikota Prabumulih Tegaskan Pentingnya Sinergi Daerah dan Pusat dalam Penyusunan Regulasi Penanggulangan Benc

BACA JUGA:Torehkan Prestasi Gemilang, PEP Prabumulih Field Catat Lonjakan Produksi Minyak dan Gas Tembus 935 Persen

Kondisi ini semakin parah ketika jalur pengangkutan tidak lancar, ditambah kurangnya armada sampah dari dinas terkait.

Alhasil, sampah menumpuk di pinggir jalan dan selokan, menimbulkan bau tidak sedap serta mencemari lingkungan.

Dari kondisi inilah, pihak kelurahan bersama tokoh masyarakat berinisiatif mencari solusi.

Diskusi panjang dilakukan, hingga akhirnya tercetus ide membentuk Sersan Mabes.

“Nama program ini dipilih agar mudah diingat dan memiliki makna kedisiplinan layaknya “sersan” dalam dunia militer, yang identik dengan ketegasan serta keteraturan,” ungkapnya.

Salah satu kelebihan dari program ini adalah armada gerobak yang digunakan merupakan hasil donasi warga. Hingga kini, ada lima unit gerobak sampah yang dikelola oleh petugas di tiap RW.

Keberhasilan Sersan Mabes tidak lepas dari sistem pembiayaan yang solid.

Program ini tidak mengandalkan bantuan penuh dari pemerintah, melainkan dari partisipasi warga secara langsung.

Setiap rumah tangga dikenakan iuran Rp1.000 per hari atau Rp20.000 per bulan.

“Uang ini digunakan untuk membiayai operasional pengangkutan, perawatan armada gerobak, serta gaji petugas kebersihan.

Model ini terbukti efektif. Meski nilainya kecil, namun karena kontribusi dilakukan secara kolektif, dana yang terkumpul cukup untuk menjalankan sistem dengan baik.

Warga pun merasa tidak keberatan karena manfaat yang didapat sangat besar,” bebernya.

Sementara itu salah satu warga mengaku senang dengan adanya Sersan Mabes tersebut.

Dengan adanya program ini, pihaknya tak susah lagi mencari tempat membuang sampah.

“Dengan iuran kecil, lingkungan jadi bersih, tidak bau, selokan lancar, anak-anak bisa main dengan nyaman.

Jadi warga merasa hasilnya sepadan,” ujar salah satu warga Mangga Besar. (abu)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: