Dikarenakan dikhawatirkan akan longsornya tebing Sungai Musi tempat masjid berdiri, Pangeran Haji Anang lalu berniat mendirikan sebuah masjid baru yang lokasinya tidak jauh dari masjid yang lama. Tapi agak lebih jauh dari Sungai Musi.
BACA JUGA:Ada Apa? Ribuan PHL Geruduk Kantor Walikota Prabumulih
BACA JUGA:Catat Ya ! Ini Nomor Layanan Pengaduan Bansos
Saat itu ditunjuklah Penghulu Belian sebagai kepala proyek pembangunan, dibantu dengan Penghulu Munir sebagai wakilnya.
Masyarakat pun menyambut dengan gembira atas pembangunan Masjid baru, apalagi mereka itu sangat mencintai Pangeran.
Kmudian diumumkan kepada seluruh masyarakat Ngulak mengenai pembangunan masjid tersebut.
Kemudian, masyarakat dikumpulkan guna menyiapkan material untuk pembangunan masjid.
BACA JUGA:Gaji PNS 2023 Naik? Menteri Keuangan Jawab Begini…
BACA JUGA: Hasil Piala FA: Manchester City Bantai Chelsea, Aston Villa Tumbang
Penghulu Belian saat itu membertahukan kepada masyarakat yang hadir, untuk berangkat ke daerah Muara Lakitan guna mengambil kayu untuk tiang utama masjid.
Berangkatlah ratusan penduduk Ngulak dipimpin oleh Penghulu Belian ke daerah Muara Lakitan Kabupaten Musi Rawas atau Mura.
Sementara itu Pangeran Haji Anang mengirim utusan ke Palembang untuk menemui tukang bangunan terbaik di Palembang.
Untuk membangun masjid Agung Nurul Iman, dari cerita bahwa tukang yang membangun Masjid Agung Nurul Iman ini adalah tukang yang ikut membangun masjid Agung di Palembang.
BACA JUGA:4 Aplikasi Penghasil Saldo DANA, Nomor 1 Cukup Popular
BACA JUGA:Oli Motor Mengalami Rembesan, Ini Cara Mengatasi Tampa Bongkar Mesin
Maka dari itu, secara selintas masjid Agung Nurul Iman, mirip dengan bentuk masjid Agung di Kota Palembang