Kueh Ku, Warisan Kuliner Peranakan yang Tetap Bertahan di Tengah Modernisasi

Sabtu 07-02-2026,12:40 WIB
Reporter : Dahlia
Editor : Rhyca

Setelah dicetak, kue diletakkan di atas daun pisang dan dikukus hingga matang, menghasilkan aroma khas yang menggugah selera.

BACA JUGA:Nila Bakar Rica-Rica, Perpaduan Cita Rasa Pedas yang Kian Digemari Masyarakat

BACA JUGA:Rahasia Martabak Terang Bulan Lembut Bersarang, Bisa Dibuat di Rumah

Seiring perkembangan zaman, variasi Kueh Ku pun semakin beragam. Selain isian kacang hijau, kini muncul inovasi dengan isian kacang merah, kelapa, wijen hitam, bahkan cokelat dan pandan.

Warna kue juga tidak lagi terbatas pada merah, tetapi hadir dalam hijau, kuning, hingga ungu, menyesuaikan selera generasi muda.

Namun demikian, para pemerhati budaya mengingatkan agar inovasi tidak menghilangkan makna asli Kueh Ku.

Menurut budayawan kuliner, Budi Santoso, Kueh Ku bukan sekadar makanan, melainkan bagian dari identitas budaya.

“Kalau hanya mengejar tampilan dan rasa modern tanpa memahami filosofinya, nilai tradisinya bisa hilang,” katanya.

Di tengah maraknya makanan kekinian, upaya pelestarian Kueh Ku mulai mendapat perhatian.

Beberapa komunitas budaya dan UMKM kuliner mengadakan workshop pembuatan kue tradisional, termasuk Kueh Ku, untuk generasi muda.

Media sosial juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi dan promosi agar kue ini kembali dikenal luas.

Pemerintah daerah di sejumlah wilayah bahkan memasukkan Kueh Ku sebagai bagian dari promosi wisata kuliner.

Festival makanan tradisional dan bazar budaya kerap menampilkan kue ini sebagai salah satu ikon kuliner warisan leluhur.

Bagi sebagian masyarakat, menikmati Kueh Ku bukan hanya soal rasa, tetapi juga nostalgia.

“Setiap makan Kueh Ku, saya teringat masa kecil dan kumpul keluarga,” kata Rina, seorang pengunjung festival kuliner. Ia berharap kue tradisional ini tetap lestari dan tidak tergantikan oleh jajanan modern semata.

Keberlangsungan Kueh Ku di masa depan sangat bergantung pada kesadaran kolektif untuk menjaga dan menghargai warisan kuliner.

Kategori :