Prostitusi Online di Lubuklinggau Kejahatan Terstruktur

Prostitusi Online di Lubuklinggau Kejahatan Terstruktur

Elpan Juniardi, Ketua Karang Taruna Kota Lubuklinggau. -Palpos.id-Facebook

LUBUKLINGGAU, PALPOS.ID - Kasus prostitusi online yang berhasil diungkap Polres Lubuklinggau menyedot perhatian berbagai pihak.

Termasuk salah satunya dari kalangan pemuda, yang prihatin dengan apa yang telah terjadi.

Seperti yang diungkapkan Ketua Karang Taruna Kota Lubuklinggau, Elpan Juniardi, Senin (01/08). Dikatakannya kasus prostitusi tersebut merupakan kejahatan terstruktur.

BACA JUGA:Miris, Anak Dibawah Umur Terlibat Prostitusi Online

Hal ini bisa dilihat dari transaksi yang sudah menggunakan aplikasi via online Me Chat. Dan tempat transaksi pun di Hotel ternama di Lubuklinggau.

Karang Taruna Lubuklinggau meminta stakeholder untuk dapat memberikan pengawasan lebih ketat kepada pihak-pihak hotel agar selektif dalam menerima pelanggan/konsumen. Agar kejahatan prostitusi ini tidak menjadi hal biasa kedepannya.

"Jujur, kita sangat miris, anak anak bau kencur sudah bisa jadi mucikari, bertransaksi prostitusi. Kita kebobolan dalam menjaga generasi. Ini jadi persoalan yang tidak bisa dianggap remeh. Harus jadi tanggung jawab semua pihak untuk mengentaskan hal ini," Terang Elpan.

BACA JUGA:Ungkap Kasus Prostitusi Online di Lubuklinggau, Empat Mucikari Diamankan

Aparat kepolisian dan pemerintah Daerah mesti serius menangani transformasi prostitusi dari offline ke dunia online dengan melibatkan anak.

Kejahatan ini  sekarang tidak hanya menyerang ibu kota provinsi, namun sudah menyusup ke tingkat kota kabupaten.

Penguatan karang taruna dalam lingkungan masyarakat menjadi salah satu solusi, Dan  perlu mendapat dukungan dari pemerintah daerah.

BACA JUGA:Siva Aprilia Ingin Jajal Ketangguhan Bule di Ranjang

Tujuannya jelas, apabila dalam lingkungan masyarakat penuh keaktifan dalam berkegiatan kepemudaan. ‘’Paling tidak meminimalisir efek-efek kegiatan negatif seperti prostitusi online,” tambahnya. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: