Minta Kebijakan Presiden, Honorer K2 Teknis Administrasi Seperti Anak Tiri?

Minta Kebijakan Presiden, Honorer K2 Teknis Administrasi Seperti Anak Tiri?

Ilustrasi Honorer K2 Teknis Administrasi yang merasa seperti anak tiri oleh pemerintah.-Palpos.id-Dokumen Palpos.id

JAKARTA, PALPOS.ID – Memang ada sebagian dari honorer yang dijanjikan bakal diangkat sebagai ASN tahun 2023 mendatang.

Diantaranya yakni untuk honorer tenaga kesehatan atau Nakes, dan guru honorer yang lulus passing grade atau PG PPPK 2022.

Namun, kabar bahagia itu malah belum dirasakan oleh honorer K2, terutana untuk honorer tenaga teknis dan administrasi.

Karena nasib mereka masih terombang-ambing. Bahkan honorer tenaga teknis dan administrasi ini, mereka seperti anak tiri.

BACA JUGA:Guru Honorer Dapat Bansos Rp600 Ribu, Buruan Cek Nama Kamu...

Sebab, sudah memasuki bulan Desember 2022, namun belum juga ada tanda-tanda untuk pengangkatan honorer K2 tenaga Teknis dan Administrasi tersebut.

Demikian dikatakan Ketua umum Perkumpulan Honorer K2 Indonesia (PHK2I) Sahirudin Anto, Senin 19 Desember 2022.

Sahirudin mempertanyakan kebijakan pemerintah untuk tenaga teknis administrasi yang sampai saat ini belum ada tanda positif.

Sudah masuk akhir Desember 2022 belum kelihatan satu derajat pun hilalnya pendaftaran PPPK tenaga teknis Sahirudin mengatakan itu menandakan bahwa penanganan tenaga teknis tidak semudah penanganan persoalan tenaga kesehatan, guru dan penyuluh yang menjadi ikon kebanggaan pemerintah.

BACA JUGA:Presiden Jokowi Bicara 3 Komponen SDM Unggul dari Guru Honorer

"Ini sudah masuk pekan ketiga Desember, belum ada tanda-tanda kapan honorer tenaga teknis administrasi bisa mendaftar PPPK 2022," kata Udin, sapaan akrab Sahirudin kepada JPNN.com.

Ketika pemerintah menyampaikan masalah kekurangan guru di mana-mana, tenaga kesehatan, dan penyuluh, tetapi ada yang dilupakan.

Honorer tenaga teknis administrasi diperlakukan, seperti anak tiri. Yang bikin ngenes, lanjutnya, pemerintah langsung sigap menyelesaikan masalah guru honorer, tenaga kesehatan, dan penyuluh.

Pemerintah, bahkan mengalokasikan anggaran serta kuota PPPK yang lebih banyak.

BACA JUGA:2023 Pemerintah Janji Tuntaskan Guru Honorer, Ini Kata Mendikbudristek Nadiem Makarim...

"Penerimaan PPPK guru, nakes, dan penyuluh rutin dilakukan. Pemerintah lupa dengan jabatan lain selain guru, kesehatan dan penyuluh," ucapnya.

Udin menambahkan kesehatan itu memang penting, tetapi jangan dilupakan ada yang mendasari kesehatan manusia, yaitu lingkungan bersih berkat Dinas Lingkungan Hidup.

Guru bisa mengajar karena kondisi negara aman, tentram dan nyaman tidak didemo. Itu karena ada Pol PP sebagai mitra kepolisian dan TNI selalu setia dalam menjalankan tugas.

Ada petugas damkar yang ketika terjadi musibah dengan berani tampil terdepan. Semua jabatan tidak ada gunanya, karena orang akan lari sekuat-kuatnya dari area.

BACA JUGA:Guru Honorer Lulus PG PPPK Banyak Namanya Tercatat Pendukung Parpol, Gimana Nih!

Petugas damkar beserta sopirnya berlari sekencang-kencangnya mendekati dan menerobos masuk ke area gejolak.

"Kami lelah menanti ketidakpastian ini Pak presiden dan Pak MenPAN-RB, usia kami sudah berada di masa kritis, tidak lama lagi pensiun," ucapnya.

Dia menjelaskan banyak honorer K2 yang harus melepas tugasnya sebagai honorer karena persoalan usia. Mereka tidak mendapatkan perlakuan khusus dari pemerintah.

Diberitakan sebelumnya, sesuai keputusan Presiden tentang Honorer K2 terbaru, mereka akan diangkat sebagai ASN pada seleksi CPNS 2023 mendatang.

BACA JUGA:Guru Honorer Gelisah Terancam Tak Dapat THR, Ini Penyebabnya...

Namun, tentunya sesuai link: www.bkn.go.id honorer K2, hanya sesuai daftar nama honorer yang lolos verifikasi BKN 2022.

Selain itu, mereka juga harus mengetahui cara agar diangkat. Tentunya harus memerhatikan syarat dan dokumen honorer K2 yang terdaftar dalam pendataan non ASN.

Kemenpan RB sendiri memiliki ide tenaga honorer K2 diangkat jadi ASN ini, merupakan gagasan sejak Menpan RB dijabat almarhum Tjahjo Kumolo. (esy/jpnn)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: jpnn.com