Gepeng Mulai ‘Bergentayangan’ di Prabumulih

Gepeng Mulai ‘Bergentayangan’ di Prabumulih

Kepala dinas sosial prabumulih, Heriyanto.Foto:Prabu/Palpos.id.--

PRABUMULIH. PALPOS.ID - Memasuki minggu ke 2 puasa Ramadhan 1444 H, gelandangan dan pengemis (gepeng) mulai bergentayangan disejumlah sudut Kota Prabumulih. Mereka memanfaakan jiwa sosial masyarakat yang tengah menjalankan ibadah puasa, demi mendapatkan uang.

Menanggapi fenomena yang rutin terjadi setiap bulan puasa itu, Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kota Prabumulih, Heriyanto MM mengatakan, langkah pencegahan dan penindakan telah dilakukan pihaknya untuk mengatasi gepeng yang ada di kota Prabumulih.

“Pencegahan kita lakukan dengan sosialisasi kepada lurah sampai tingkat RT, untuk melakukan pendataan terhadap warga tidak mampu agar dapat diberikan program sosial seperti PKH dan lainnya juga bantuan untuk sekolah anak yaitu KIP,” ungkap Heriyanto.

BACA JUGA: Dukung Kegiatan Hulu Migas di Suban-9, Ini Harapan Pj Bupati Muba

Sementara untuk langkah penertiban sambungnya, dinas sosial Kota Prabumulih menggandeng Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP). “Penertiban kita gandeng Pol PP selaku pengawal dan penegak perda,” ucapnya.

Dikatakan Heri, pihaknya menduga masih banyaknya gepeng yang berkeliaran disebabkan penghasilan dari mengemis yang cukup menjanjikan. “Dari hasil introgasi kami kepada sejumlah gepeng yang sempat diamankan, penghasilan mereka berkisar 100 sampai Rp200 ribu perharinya,” bebernya.

BACA JUGA:Gerak Cepat, PHR Zona 4 Tangani Pipa Bocor

Ditanya apa langkah dinsos untuk mengatasi kian maraknya gepeng, Heri menuturkan dalam waktu dekat pihaknya kembali akan melakukan penertiban bersama sat pol PP dan juga aparat kepolisian.

BACA JUGA:Dugaan Korupsi Dana Hibah Bawaslu OI, Terdakwa Romi Sebut Rp3.3 Miliar dari Kegiatan Fiktif...

“Nanti mereka yang terjaring akan kita data, kemudian apabila ada keluarganya akan kita panggil dan kita berikan pengarahan agar tidak mengulangi lagi perbuatannya. Sementara yang tidak ada keluarga jika sudah tua akan kita tarok di panti jompo sementara anak anak akan kita bina di panti sosial,” tegasnya.

BACA JUGA:Dugaan Korupsi Dana Hibah Bawaslu OI, Penasehat Hukum Terdakwa Nilai Kejari OI Tebang Pilih...

Pada kesempatan itu pula Heri mengimbau kepada masyarakat, untuk tidak memberikan sedekah kepada gepeng yang berkeliaran di jalan. “Kita tidak melarang bersedekah, tapi kita imbau jangan memanjakan gepeng dengan memberikan uang karena mereka akan terbiasa nantinya,” pungkasnya.*

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: