Efisiensi Massage Woolwich dan Massage Marmet Mampu Meningkatkan Produksi ASI pada Ibu Nipas

 Efisiensi Massage Woolwich dan Massage Marmet  Mampu Meningkatkan Produksi ASI pada Ibu Nipas

--

Permasalahan tidak lancarnya proses keluarnya ASI yang menjadi salah satu penyebab seseorang tidak dapat menyusui bayinya.

Sehingga proses menyusui terganggu/terhambat karena itu diperlukan diadakannya pendekatan pada masyarakat untuk dapat mengubah kebiasan buruk memberikan makanan pendamping ASI sebelum bayi berusia 6 bulan.

Selain itu, pengenalan berbagai metode yang dapat membantu ibu menyusui untuk memperlancar pengeluaran ASI (Arisman, 2009, hlm.37). 

Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan cakupan ASI eksklusif melalui perawatan payudara, pijat bayi, massage payudara, Inisiasi Menyusui Dini (IMD), dan pijat oksitosin vertebrae pada ibu. 

Metode lain yang dapat digunakan untuk pengeluaran ASI yang dapat diterapkan secara praktis dan Ekonomis oleh ibu ataupun keluarga dirumah yaitu dengan melakukan massage woolwich dan massage marmet. 

Menurut WHO (World Health Organisation) salah satu usaha yang dapat diperbuat untuk memberi stimulus pmebentukkan hormone oksitosin dan prolaktin pada ibu setelah nifas yaitu menyarankan ibu supaya dalam keadaan tenang dan rileks, sehingga Massage /pijat woolwich dapat dilakukan dengan baik. 

Pijat woolwich diaplikasikan pada daerah sinus laktiferus kurang lebih1-1,5 cm diatas areola mammae, yang bertujuan untuk mengsekresi ASI yang terdapat di sinus laktiferus. 

Pijat woolwich akan memberi rangsangan bagian sel syaraf payudara, yang kemudian dilanjutkan ke hipotalamus sehingga diterima di hipofisis anterior.

Guna memproduksi hormon prolaktin yang bertugas mengalirkan darah menuju sel mioepitel agar menghasilkan dan meningkatkan volume ASI serta menghalangi penyumbatan pada payudara yang dapat mengakibatkan pembengkakkan pada payudara (Yulianti, 2017). 

Langkah pijat woolwich sebagai berikut : 

1. Gerakan pertama memijat payudara dengan menggunakan tiga jari kana dan kiri yaitu jadi telinjuk, tengan, dan manis. 

Lalu melakukan gerakan maju kedepan dan melengkung sehingga jari menyentuh putting susu. Gerakan ini dilakukan sebanyak 15 kali. 

2. Gerakan kedua yaitu dengan kedua ibu jari kanan dan kiri yang mengarah ke atas di letakkan pada sisi putting, kemudian gerakan keatas dan kebawah yang dilakukan sebanyak 15 kali. 

3. Gerakan ketiga dengan menggunakan dua jari dengan gerakan keatas dankebawah dan dilakukan sebanyak 15 kali. 

4. Gerakan keempat dengan menggunakan kedua ibu jari kanan dan kiri yang diletakkan diatas dan dibawah putting, dengan gerakan maju mundur secara bergantian dilakukan sebanyak 15 kali. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: