Irigasi Longsor Lagi, Puluhan Petani Benahi Irigasi Secara Swadaya, Warga Kecewa Pemerintah Tutup Mata

Irigasi Longsor Lagi, Puluhan Petani Benahi Irigasi Secara Swadaya, Warga Kecewa Pemerintah Tutup Mata

Tampak puluhan petani secara swadaya membangun dan membenahi putusnya saluran irigasi.-Foto : Febi/Palpos-

Kurnadi menilai bahwa pemerintah harusnya lebih peduli pada petani karena saat ini, ada banyak kebutuhan pertanian yang belum yerpenuhi, seperti saluran irigasi, jalan usaha tani, alat pertanian dan banyak hal lainnya.

Jangan gaungnya saja lumbung pangan, mandiri pangan, tapi aspirasi petani selalu di nomor duakan, apalagi Kecamatan Semendo Raya ini merupakan kawasan agropolitan.

BACA JUGA:Sempat Diklaim PTBA, Akhirnya MA Kembalikan Tanah Romili

BACA JUGA:Belum Ada Laporan Pinjol

“Kami minta pemerintah cepat tanggap dan lebih memperhatikan lagi, jangan sampai kami bosan dan kehilangan rasa percaya pada kinerja pemerintah di Kabupaten Muara Enim,” harapnya.

Aktivis Gerakan Masyarakat Peduli Semendo Raya, Harmani menyayangkan ketidaksigapan pemerintah terkait hal yang menimpa para petani di Semendo.

Seharusnya, OPD terkait atau pihak yang berwenang harus secepatnya mengambil tindakan, setidaknya ada peninjauan dan pastikan hal itu, sehingga tahun depan bisa dilakukan perbaikan atau dibangun secara permanen.

“Jangan seolah-olah tutup mata, nanti jika masyarakat dan petani turun kejalan malah dinilai subversif,  sebenarnya petani di negeri ini sudah terlalu sering dibuat kecewa,” ujarnya.

BACA JUGA:Kemendagri Puji Penerapan SIPD Daring Terintegrasi Kabupaten Muara Enim

BACA JUGA:Musrenbang Wadah Aspirasi Masyarakat

Dengan menyandang status agropolitan seharusnya Semendo bisa mendapatkan fasilitas dan infrastruktur penunjang pertanian yang memadai, bukan malah diacuhkan dan pemkab seolah tidak peduli terhadap nasib mereka.*

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: