Banjir Melanda Pemulutan Ogan Ilir: Petani Cabai Merugi, Harga Turun Drasti

 Banjir Melanda Pemulutan Ogan Ilir: Petani Cabai Merugi, Harga Turun Drasti

Petani Cabai Dampak Banjir--Foto: Isro

OGANILIR,PALPOS.ID - Hujan deras beberapa hari belakangan, membuat sejumlah lahan cabai warga di Desa Pulau Negara, Kecamatan Pemulutan Barat Ogan Ilir kebanjiran.

Akibatnya, cabai warga tersebut melangalami kerusakan. Dari kerusakan cabai warga menjadi kecut, hingga mempengaruhi harga jual di pasaran.

"Dari harga awal mencapai Rp 50 sampai Rp 60 ribu per kilo sekarang paling di beli dengan harga Rp 10 ribu," Ungkap Rahmad (50) petani cabai. Rabu, 3 Januari 2023.

Rahman mengatakan kurang lebih lahan yang terdampak akibat banjir sekitar 4 sampai 5 hektar. Penomena ini lanjutnya terjadi setiap tahun pada musim penghujan tiba.

BACA JUGA:Tahun 2024, Ini Target Kajari Prabumulih

BACA JUGA:Ini Sejumlah Kebijakan Pembangunan Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2024, Apa Saja ?

"Kalau sudah banir rawan rusak, batang cabainya mati buahnya rontok dan kecut," ungkapnya.

Meski demikian, Rahmat mengaku dirinya tidak mengalami kerugian. Hal itu dikarenakan lahan cabai miliknya telah beberapa kali panen.

"Kalau panen pertama atau kedua sudah kena banjir udah pasti rugi, kalau ini kita sudah beberapa kali panen tinggal menikmati hasilnya," kata dia.

Rahmat nenambahkan capai akan bagus jika berada dimusim panas tentunya dengan simtem perairan yang cukup dibanding pada musim penghujan yang membuat lahan tergenang banjir.

BACA JUGA:Pasca Alami Lakalantas, Ketua KPU Lubuklinggau Hadapi Proses Hukumnya Sendirian

BACA JUGA:Banyak Dapat Laporan, KPU Prabumulih Bakal Evaluasi Kinerja PPS dan PPK

"Yah begitulah yang pasti secara pendapatan kita berkurang meski secara modal tentu tidak merugi," katanya.*

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: