Kotawaringin Barat di Kalimantan Tengah: Desa-Desa Miliarder dengan Potensi Tambang dan Sarang Burung Walet

Kotawaringin Barat di Kalimantan Tengah: Desa-Desa Miliarder dengan Potensi Tambang dan Sarang Burung Walet

Kotawaringin Barat di Kalimantan Tengah: Desa-Desa Miliarder dengan Potensi Tambang dan Sarang Burung Walet.-Palpos.id-Dokumen Palpos.id

KALIMANTAN TENGAH, PALPOS.ID - Kotawaringin Barat di Kalimantan Tengah: Desa-Desa Miliarder dengan Potensi Tambang dan Sarang Burung Walet.

Kotawaringin Barat atau yang akrab disebut Kobar, sebuah kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah, memiliki sumber daya alam (SDA) yang melimpah. 

Wilayah ini dianugerahi kekayaan tambang emas, tembaga, batubara, dan mineral berharga lainnya. 

Namun, ironisnya, sebagian masyarakat di beberapa desa tidak memanfaatkan potensi SDA pertambangan yang ada.

BACA JUGA:Pemekaran Wilayah Kalimantan Tengah: Kabupaten Kotawaringin Utara Siap Terbentuk Menjadi Daerah Otonom Baru

BACA JUGA:Menuju Terbentuknya Provinsi Kotawaringin di Kalimantan Tengah: Profil 5 Kabupaten yang Akan Bergabung

Di tengah ketidakmaksimalan pemanfaatan SDA tersebut, Kabupaten Kotawaringin Barat memiliki desa-desa yang disebut "miliarder". 

Desa-desa ini menjadi sorotan karena penduduknya mampu memiliki rumah minimal dua lantai dan menghasilkan miliaran rupiah setiap tahunnya.

Desa Miliarder di Kotawaringin Barat

Desa-desa miliarder ini terletak di tiga kecamatan utama di Kabupaten Kotawaringin Barat, yaitu Kecamatan Arus Selatan, Kecamatan Arut Utara, dan Kecamatan Kumai. 

Keunikan dari desa-desa ini bukan hanya terletak pada kekayaan materi, melainkan pada fakta bahwa kebanyakan penduduknya tidak pernah merantau keluar kota ataupun keluar negeri.

BACA JUGA:Wacana Pemekaran: Kotawaringin dan Barito Raya, Peta Baru di Provinsi Kalimantan Tengah

BACA JUGA:Pembentukan Provinsi Kotawaringin di Kalimantan Tengah: Menuju Pemekaran Serius dan Berkelanjutan

Salah satu hal yang mencolok adalah bahwa mayoritas warga di desa-desa miliarder ini bukan pekerja tambang, melainkan para pengusaha. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: