Dengan usia 32 tahun, Bupati Panca Wijaya Akbar membawa semangat baru dalam mengatasi tantangan daerah ini.
4. Kampung Halaman Wakil Gubernur
Ogan Ilir memiliki ikatan kuat dengan sejumlah tokoh penting, termasuk H. Mawardi Yahya, Wakil Gubernur Sumsel yang berasal dari daerah ini.
H. Mawardi adalah orang tua dari Bupati Panca Wijaya Akbar dan telah memimpin Ogan Ilir selama dua periode dari 2005 hingga 2015.
Keunikan Ogan Ilir juga tercermin dalam kuliner khasnya. Pindang, hidangan berbahan dasar ikan sungai, telah dikenal di seluruh Sumatera Selatan dan Nusantara.
Dua varian pindang terkenal, yaitu pindang Meranjat dan Pindang Pegagan, berasal dari daerah ini dan mencerminkan kekayaan kuliner lokal.
6. Gagasan Pemekaran Sejak 1958
Pemekaran Kabupaten Ogan Ilir bukanlah ide baru. Gagasan ini telah muncul sejak tahun 1958, diinisiasi oleh Ikatan Pelajar Ogan Ilir (IPOI).
Meskipun awalnya hanya tentang pemindahan ibu kota Kabupaten Ogan Komering Ilir, gagasan ini akhirnya menjadi pemekaran yang terealisasi pasca Reformasi 1998.
7. Jalan Tol Pertama di Sumsel
Ogan Ilir menjadi pelopor dalam merasakan manfaat jalan tol Trans Sumatera. Ruas Tol Palembang-Inderalaya (Palindra) adalah bagian pertama dari proyek Trans Sumatera.
Keberadaan tol ini menghubungkan Ogan Ilir dengan akses yang lebih baik dan juga memajukan konektivitas ekonomi wilayah.
Menggali fakta-fakta unik ini memperlihatkan bahwa Kabupaten Ogan Ilir memiliki lebih banyak potensi daripada yang terlihat pada permukaan.
Di balik tantangan ekonomi, daerah ini memiliki nilai-nilai dan kekayaan budaya yang dapat menjadi landasan untuk pertumbuhan yang berkelanjutan dan pembangunan yang lebih baik.
Itulah 7 fakta unik Ogan Ilir di balik kemiskinan berdasarkan PDRB tahun 2022. ***