Dewan Sumsel Tegaskan Pembangunan Lift Jembatan Ampera Minim Azas Manfaat

Dewan Sumsel Tegaskan Pembangunan Lift Jembatan Ampera Minim Azas Manfaat

Antoni Yuzar, Ketua Komisi I DPRD Sumsel. foto: popa/palpos.id--

PALEMBANG, PALPOS.ID - Niat pemerintah untuk membangun lift di Jembatan Ampera Palembang, patut diapresiasi.

Namun bila melihat dari azas manfaat, sebaiknya mega proyek Rp27 Miliar untuk pembangunan Lift, dievaluasi lagi.

"Kalau aku nilai azas manfaat dari proyek itu masih sangat minim. Oleh sebab itu, proyek ini terindikasi akan mubazir," ujar Antoni Yuzar SH MH, Ketua Komisi I DPRD Sumsel, Selasa 15 November 2022.

Karena untuk operasional tower dibutuhkan biaya yang lumayan besar, baik untuk petugas maupun listriknya. Maka, besar kemungkinan, untuk naik tower akan dikenakan biaya.

BACA JUGA:Terkait Rencana Pemasangan Lift di Jembatan Ampera, Ini Kata TACB, DPRD Sumsel dan Budayawan

"Apabila ada biayanya, maka tower itu hanya akan ramai saat awal operasi. Setelahnya akan sepi dan menjadi proyek mubazir," katanya.

Nah daripada jadi proyek mubazir, politisi PKB kni menyarankan agar anggaran Rp27 M itu dialihkan ke proyek lain.

Seperti perbaikan jalan rusak, perbaikan lampu jalan atau hal hal lain habg lebih bermanfaat bagi masyarakat banyak.

Diberitakan sebelumnya, Rencana Pemerintah yang akan memasang lift pada jembatan Ampera, nampaknya membuat banyak pihak tidak menyetujui hal tersebut.

BACA JUGA:Tolak Lift Jembatan Ampera, Belum Dibutuhkan Masyarakat

Salah satunya Kepala Dinas Kebudayaan (Kadisbudpar) Sumatera Selatan (Sumsel), Aufa Syahrizal, Senin 14 November 2022.

Aufa menuturkan, jika dilihat dari sudut pandang existensi Ampera sebagai cagar budaya, seharusnya Pemerintah membicarakan atau meminta masukan terlebih dahulu kepada Tim Ahli Cagar Budaya (TACB).

"AMPERA adalah salah satu cagar Budaya, saya rasa apabila Pemkot akan memasang Lift atau merubah konstruksi Jembatan AMPERA seyogianya minta masukan dulu dengan TACB," ujarnya pada Palpos.id, Senin 14 November 2022.

Aufar mengatakan, jangan sampai ada lagi cagar budaya yang terbengkalai oleh kepentingan oknum. Sebab cagar budaya sendiri telah dilindungi oleh Undang-Undang.

BACA JUGA:Kadisbudpar Sumsel Akan Kaji Ulang Pemasangan Lift di Jembatan Ampera

"Kemudian setiap cagar Budaya sudah di lindungi oleh Undang-Undang Cagar Budaya, jangan sampai Kasus Pasar Cinde terulang kembali.

Karena kepentingan Oknum yang tidak melibatkan TACB dan mengabaikan Undang-Undang Cagar Budaya," katanya.

Menurutnya, jika tidak ada hal mendesak alangkah baiknya pasangan lift tidak dilakukan.

Karena masih banyak hal lain yang harus diperbaki untuk Kota Palembang.

BACA JUGA:Jembatan Ampera Bakal Di Bangun Lift

"Intinya perlu kajian lebih dulu, ugensinya apa ? Lagi pula bila dipasang lift artinya akan menambah beban bagi Tiang Jembatan AMPERA, sedangkan usia jembatan sendiri sudah ratusan tahun," tandasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: