Pemekaran Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah Bentuk Kabupaten dan Kota Daerah Otonomi Baru

Pemekaran Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah Bentuk Kabupaten dan Kota Daerah Otonomi Baru

Kabupaten Banyumas Berpotensi Membentuk Kota Otonomi Baru dengan Luas Wilayah 1.328 Kilometer Persegi.-Palpos.id-Dokumen Palpos.id

Ke-10 kecamatan itu yakni Kecamatan Wangon sendiri. Kemudian, Kecamatan Gumelar, Kecamatan Rawalo, Kecamatan Purwojati.

Selanjutnya, Kecamatan Patikraja, Kecamatan Pekuncen, Kecamatan Lumbir, Kecamatan Ajibarang, Kecamatan Jatilawang, dan Kecamatan Cilongok.

2. Kota Purwokerto

Kemudian, ada juga usulan pembentukan Kota Purwokerto yang juga pemekaran dari Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah atau Jateng.

BACA JUGA:Pemekaran Kabupaten Cianjur Provinsi Jawa Barat Bentuk Kabupaten dan Kota Daerah Otonomi Baru

BACA JUGA:Giliran Kabupaten Sukabumi Siap Bentuk 2 Kabupaten Daerah Otonomi Baru di Provinsi Jawa Barat... 

Hingga saat ini ada 8 kecamatan siap bergabung dengan Kota Purwokerto yang rencana ibukotanya berada di Kecamatan Purwokerto Barat ini.

Yakni Kecamatan Purwokerto Barat itu sendiri. Lalu Kecamatan Sumbang, Kecamatan Kedungbanteng, Kecamatan Baturraden.

Selanjutnya, Kecamatan Karanglewas, Kecamatan Purwokerto Timur, Kecamatan Purwokerto Selatan, dan Kecamatan Purwokerto Utara.

Dan itulah rencana pembentukan kabupaten dan kota daerah otonomi baru pemekaran Kabupaten Banyumas.

BACA JUGA:Provinsi Jawa Barat Siapkan Pembentukan 17 Kabupaten/Kota Daerah Otonomi Baru, 3 DOB Kabupaten Bogor...

Diberitakan Palpos.id sebelumnya, meskipun Ganjar Pranowo resmi sebagai Capres PDIP, namun rencana pemekaran provinsi Jawa Tengah atau Jateng tetap lanjut.

Tak tanggung-tanggung, ada 3 provinsi daerah otonomi baru pemekaran Provinsi Jawa Tengah nantinya. Bahkan, bakal ada provinsi Daerah Istimewa nantinya.

Jika moratorium daerah otonomi baru atau DOB dicabut Pemerintah Pusat, wajar saja jika Provinsi Jawa Tengah melakukan pemekaran.

Sebab, Provinsi Jawa Tengah memiliki jumlah penduduk 36.7 juta jiwa lebih sesuai data Badan Pusat Statistik atau BPS tahun 2021 yang lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: