Menggali Kebudayaan yang Terlupakan: Agama Tolotang di Sulawesi Selatan

Menggali Kebudayaan yang Terlupakan: Agama Tolotang di Sulawesi Selatan.-Palpos.id-Dokumen Palpos.id
Penganutnya mengakui adanya Tuhan, yang mereka sebut sebagai Dewata SeuwaE dengan gelar PatotoE, yang berarti Yang Menentukan Takdir.
Dengan demikian, Tolotang bukanlah bentuk Animisme atau Dinamisme seperti yang sering disangka, melainkan agama yang telah mengenal Tuhan sejak sebelum kedatangan Agama Samawi di wilayah Sulawesi Selatan.
Perkembangan dan Tantangan
Agama Tolotang, meskipun memiliki akar kuat dalam masyarakat Bugis, mulai terpinggirkan dengan berkembangnya agama Islam sebagai mayoritas di Sulawesi Selatan.
Meskipun begitu, beberapa kelompok komunitas masih mempertahankan kepercayaan nenek moyang mereka, menciptakan identitas unik dalam lanskap keberagaman agama di Indonesia.
BACA JUGA:Dampak Pemekaran Wilayah Provinsi Sulawesi Selatan: Pembentukan 3 Provinsi Baru dan Implikasinya
BACA JUGA:Senjata Tradisional Provinsi Sulawesi Selatan Kekayaan Budaya yang Tak Ternilai
Lima Keyakinan Utama dalam Ajaran Tolotang
Agama ini memiliki lima keyakinan utama yang menjadi pijakan ajarannya:
Percaya Dewata SeuwaE: Keyakinan pada adanya Tuhan Yang Maha Esa.
Hari Kiamat: Keyakinan akan adanya hari kiamat sebagai tanda berakhirnya kehidupan di dunia.
Hari Kemudian: Keyakinan akan adanya dunia kedua setelah terjadinya kiamat.
BACA JUGA:Menggali Kekayaan Alam dan Budaya: Sulawesi Selatan Siap Melangkah Lebih Maju
Wahyu Tuhan: Keyakinan akan adanya penerima wahyu dari Tuhan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: