Bakso Cuanki : Kuliner Legendaris Bandung yang Kian Digemari Lintas Generasi

Selasa 17-02-2026,11:12 WIB
Reporter : Dahlia
Editor : Rhyca

Popularitas cuanki terus meningkat dalam satu dekade terakhir. Jika dulu hanya dijajakan keliling, kini banyak pelaku usaha yang membuka kedai cuanki dengan konsep lebih modern.

BACA JUGA:Dendeng Sambal Ijo : Perpaduan Gurih dan Pedas yang Tak Lekang oleh Waktu

BACA JUGA:Tumis Pakis Tempe : Sajian Sederhana yang Kian Digemari Pecinta Kuliner Nusantara

Beberapa bahkan memanfaatkan media sosial untuk memperluas jangkauan pasar.

Di sejumlah sudut kota, gerobak cuanki masih setia mangkal di depan sekolah, kampus, dan perkantoran.

Kehadiran mereka menjadi pemandangan akrab yang sulit dipisahkan dari denyut kehidupan Bandung.

Menurut Dedi (45), penjual cuanki yang sudah berjualan lebih dari 20 tahun, perubahan paling terasa adalah meningkatnya permintaan pelanggan dari luar kota.

“Sekarang banyak wisatawan datang khusus mau coba cuanki. Bahkan ada yang pesan untuk dibawa pulang,” katanya.

Seiring perkembangan zaman, variasi cuanki pun semakin beragam. Ada cuanki dengan tambahan ceker ayam, cuanki pedas level, hingga cuanki instan dalam kemasan yang bisa dibeli sebagai oleh-oleh.

Meski demikian, sebagian pelaku usaha tetap mempertahankan resep tradisional agar cita rasa autentik tidak hilang.

“Kuncinya ada di kuah kaldu. Harus direbus lama supaya keluar rasa gurih alaminya,” ujar Dedi.

Inovasi lain terlihat dari kemasan yang lebih higienis dan pelayanan yang lebih rapi.

Beberapa kedai bahkan menyediakan pilihan topping tambahan seperti bakso urat dan tetelan sapi untuk menyesuaikan selera generasi muda.

Bakso cuanki kini menjadi salah satu daftar wajib dalam wisata kuliner Bandung.

Selain batagor dan seblak, cuanki kerap direkomendasikan dalam berbagai ulasan perjalanan.

Pengamat kuliner lokal menilai kekuatan cuanki terletak pada kesederhanaannya.

Kategori :