Nyubok, Tradisi Mencari Jodoh Orang Pedamaran

Nyubok, Tradisi Mencari Jodoh Orang Pedamaran

Nyubok, Tradisi Mencari Jodoh Orang Pedamaran-Foto : Istimewa/Youtube Mang Dayat-

KAYUAGUNG, PALPOS.ID - Pernahkah kalian mendengar kata nyubok?

Jika belum. Kalian pasti tidak asing dengan kata mengapel.

Kurang lebih nyubok sama seperti halnya mengapel.

BACA JUGA:Misteri Gunung Ciremai di Cirebon, Teka-Teki tak Terpecahkan dalam Bayangan Gunung Suci

Dikutip Palpos dari akun YouTube Mang Dayat, Selasa, 1 Agustus 2023.

Nyubok ini adalah salah satu budaya bujang gadis yang ada di Kecamatan Pedamaran, Kabupaten OKI, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Dimana untuk mendapatkan jodoh, para pemuda di Pedamaran ini mendatangi rumah pujaan hatinya.

BACA JUGA:Membongkar Misteri Harta Karun Kerajaan Sriwijaya di Tepian Sumatera yang Megah! Di Sini Lokasinya

Kemudian dengan kode panggilan tertentu memanggil pujaan hati.

Di wilayah ini permukiman masyarakat umumnya rumah panggung.

Jadi memanggilnya dari jendela dari bawah rumah, lalu dimulailah percakapan.

BACA JUGA:Tradisi Tabot di Bengkulu, Ternyata Ada Prosesi Religius Pemikat Hati

Nyubok adalah proses awal dalam mencari jodoh.

Kemudian akan meningkat ke tahapan yang lebih serius lagi.

Sebenarnya seperti apa budaya nyubok ini di Pedamaran ?

BACA JUGA:Empat Masjid Tertua di Palembang

Menurut keterangan Kepala Desa Menang Raya, Rian Syahputra.

Nyubok barangkali bahasa sekarang disebut seperti mengapel.

Tapi menurut Rian, nyubok itu ada jarak.

BACA JUGA:Bunga Raflesia Salah Satu Bunga Raksasa yang Hanya Ada di Provinsi Bengkulu, Simak Keunikannya...

Dan jarak tersebut bukan meteran, lalu ada yang di atas ada yang di bawah.

"Pedamaran inikan rumah panggung. Ceweknya di atas cowoknya di bawah," ucap Rian.

Misalnya dari jalan ke Lorong Pisang pada sore hari.

BACA JUGA:Tidak Banyak Orang Tahu, Ternyata Menangis Bermanfaat Bagi Psikologis Manusia

Dari Lorong Pisang itu si bujang melihat cewek. Sebut saja nama cewek itu si Koneng.

"Neng. Malam ini aku nak nyubok,". Jadi bertanya dahulu.

Kadang-kadang menurutnya, tidak bertanya lagi langsung datang saja.

BACA JUGA:Ternyata Musik Jidur Disebarkan oleh Bangsa Belanda ke Sumsel

Jadi bujang itu datang di bawah rumah di samping rumah deket jendela.

Kira-kira selesai Isya', si bujang tadi nyubok si cewek.

Cewek itu ketika sudah Isya', sudah makan malam.

BACA JUGA:10 Misteri Alam Semesta yang Masih Belum Terpecahkan

Dia mengayam tikar purun dengan ibu dan neneknya di tengah rumah.

"Lalu ada suara siulan si bujang. Jadi nyubok itu bersiul dari bawah," ujarnya.

Setelah bersiul, si bujang memanggil si cewek sebanyak 3 kali. "Koneng, Koneng, Koneng,".

BACA JUGA:10 Misteri Alam Semesta yang Masih Belum Terpecahkan

Si Koneng tadi membuka pintu. Namun, pintu itu hanya dibuka sedikit dan tidak menunjukkan wajah.

Jadi bercakaplah mereka di sana, berkelakar dengan kelakar Pedamaran.

"Kelakarnya itu misalnya, Neng ! lebakmu ini sudah ada tuannya belum?,"tuturnya.

BACA JUGA:Ternyata Kisah Legenda Kota Ghaib Saranjana Dibawa ke Layar Lebar, Mari Simak!

Kalau dijawab si cewek lebaknya sudah ada tuan. Artinya si Koneng sudah memiliki cowok.

Tapi si cewek masih melayani bujang lain dengan cara nyubok.

Misal dijawabnya sudah ada. Tapi masih bisa kalau mau menangkul atau memasang pukat saja.

BACA JUGA:Ternyata Kisah Legenda Kota Ghaib Saranjana Dibawa ke Layar Lebar, Mari Simak!

Jadi untuk mendapatkan pujaan hati, para pemuda Pedamaran memang membutuhkan perjuangan yang sangat besar.

Mulai dari berani ke rumah sang pujaan hati sampai bertemu pemuda lain yang sama-sama mau menyubok gadis yang sama.

Kalau memang cewek tersebut barang bagus (cantik), maka tidak menutup kemungkinan banyak pemuda yang mendekati dan nyubok.

BACA JUGA:Mitos Malam 1 Suro Bagi Masyarakat Jawa, Simak Makna dari 10 Pantangan yang Bila Dilanggar Membawa Petaka

Belum lagi, perasaan sakit hati yang sesakitnya.

Seandainya gadis yang ingin disubok menolak kehadiran si bujang tersebut.

Jika cewek ini cantik, maka dari sore dan habis Maghrib para bujang sudah siap-siap untuk menyubok.

BACA JUGA:5 Fakta Unik Buah Mengkudu

Ada yang memakai minyak wangi, baju keren, sampai ada yang membawa radio.

Setelah dia menyubok. Sekitar 2 menit dia berbicara atau baru tiga sampai empat patah di belakang sudah banyak bujang yang mengantri.

"Disenggolnya. Kawan gantian, giliran saya sekarang. Setelah dua tiga menit, ada lagi yang minta gantian," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: