Belajar dari Istisqa Nabi Musa AS dan Kaumnya

Belajar dari Istisqa Nabi Musa AS dan Kaumnya

Dr. H. Abdur Razzaq, MA---ist

Orang yang telah menyingkap apa yang telah Allah tutupi dari perbuatan maksiatnya. Seakan-akan, mereka itu menceritakan perbuatan maksiatnya dengan bangga dan meremehkan dosa yang telah dia lakukan itu. Mereka ini tidak bisa merasakan nikmatnya ampunan Allah yang Dia berikan kepada para hamba-Nya.

Ibnu hajar rahimahullahu dalam kitabnya Fathul Bari mengatakan bahwa barangsiapa yang berkeinginan untuk menampakkan kemaksiatan dan menceritakan perbuatan maksiat tersebut, maka dia telah menyebabkan Rabb-nya marah kepadanya, sehingga Dia tidak menutupi aibnya tersebut. 

Dan barangsiapa yang berkeinginan untuk menutupi perbuatan maksiatnya tersebut karena malu terhadap Rabb-nya dan kepada manusia, maka Allah Tabaraka wa Ta’ala akan memberikan penutup yang akan menutupi aibnya itu.

Setelah kita mengetahui betapa luasnya rahmat dan ampunan Allah Ta’ala kepada para hamba-Nya, dan betapa keras balasan dan celaan terhadap para hamba-Nya yang durhaka terhadap-Nya, maka melalui tulisan ini marilah kita banyak-banyak bertaubat dan menumbuhkan rasa malu untuk tidak membuka aib dosa dan maksiatnya, agar dengan mengundang ridho Allah SWT, dan Allah melimpahkan hujan sebagai bagian dari rahmat bagi hamba-hamba-Nya di muka bumi ini. Wallaahu A’lam.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: