Sebelum Dibuka untuk Umum, Inclinator Bukit Sulap Direhab Total

Sebelum Dibuka untuk Umum, Inclinator Bukit Sulap Direhab Total

Kadis PU PR Kota Lubuklinggau, A Asril Asri--

Alokasi Anggaran Mencapai Rp6 Miliar APBD Lubuklinggau 2023

LUBUKLINGGAU, PALPOS.ID - Sebelum dioperasi dan dibuka untuk umum, Inclinator Bukit Sulap dilakukan rehab total dan juga perubahan desain, dengan alokasi anggaran Rp6 miliar dari APBD Kota Lubuklinggau 2023.

Alokasi anggaran itu digunakan untuk mengganti semua mesin Inclinator yang baru, termasuk penambahan Sling, penambahan rel otomatis pengereman. Selain itu ada juga sedikit yang direhab.

Semua itu dilakukan untuk  meningkatkan keamanan bagi pengguna Inclinator Bukit Sulap nantinya.  

BACA JUGA:Pemekaran Sumselbar Kantongi Dukungan Resmi dari Empat Kabupaten/Kota, Dua Lainnya Menyusul

"Nah mungkin kamu sudah dengarkan ada kecelakaan inclinator di Ubud, Kabupaten Gianyar-Bali," demikian dikatakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Lubuklinggau A Asril Asri, di jumpai di Gedung Kesenian Kayu Ara-Lubuklinggau, Senin 4 September 2023.

Menurut Asril,  sistem pengamanan Inclinator di Ubud itu sama seperti Inclinator Bukit Sulap yang lama sebelum dilakukan rehab total.

"Nah itu sistemnya sama kaya waktu kita belum direhab kemarin, ya pakai motor, seling,  jadi tingkat safety nya sangat riskan," ungkap Asril.

BACA JUGA: Pemanggilan Ketua DPRD Mura dalam Kasus Korupsi: Bukti Langkah Kejaksaan yang Serius

Berbeda dengan sistem Inclinator Bukit Sulap yang baru dan saat ini masih dalam proses rehab total, yang menggunakan tiga tingkat safety (pengamanan).

"Pertama mesinnya kita sudah ruba dengan safety gear jadi bukan motor lagi, tapi sudah gear sifatnya mengunci, jadi dia bisa engeneering break," jelas Asril.

Kedua lanjutnya, ada sistem pengereman otomatis, jadi ada disc brake nya. "Jadi kalau terjadi kendala, putus apa, dia otomatis mengerem," ujar Asril.

BACA JUGA:Kuasa Hukum Andriyanto Kembali Desak Penyidik Periksa Bupati Mura

Ketiga tambahnya, Sling. "Kalau yang di Ubud itu cuma sling tetapi kalau kita ada 3 safety, selain ada sling penyimbang bandul, ada pengereman otomatis, kemudian safety gear, mesinnya juga kita ganti," terangnya.

Ditegaskan Asril, Inclinator Bukit Sulap yang baru menggunakan 3 sisi pengaman. Berbeda dengan Inclinator di Kecamatan Ubud Kabupaten Gianyar-Bali yang hanya menggunakan satu pengaman.

"Yang di Ubud itu sama dengan sistem kita yang lama yang belum diperbarui/rehab ini," tegasnya.

BACA JUGA:Pengembangan Inclinator Untuk Pendukung dan Asset Pariwisata Mendapat Dukungan Legislatif

Dengan 3 sistem pengamanan yang digunakan pada Inclinator yang baru, diharapkan juga memiliki pengamanan yang lebih.

"Mudah-mudahan dengan safetynya ada 3 sistem Insyaallah aman," ujarnya.

Saat ini, rehab total yang dilakukan masih berlangsung dan sudah berjalan sekitar 85 persen.  

BACA JUGA:Kemarau, Pesona Air Terjun Watervang Terancam Sirna

Bila dilihat dari kontrak pengerjaan dikatakan Asril paling lambat selesai pada Desember nanti. 

Namun dilihat dari proses pengerjaannya sendiri yang saat ini sudah hampir rampung, diprediksi rehab total Inclinator Bukit Sulap tersebut bisa rampung sebelum berakhirnya kontrak.

Malah lanjutnya, Inclinator tersebut sudah dilakukan runing test.

BACA JUGA:Jalan Watervang Bakal Jadi KTL

"Kebenaran kan ada PRA PON nah PRA PON itu kita pakai untuk runing test, oh ternyata sejauh ini cukup aman.  Sekarang sudah diatas 85 persen, mudah-mudahan November selesai," kata Asril.

Hanya saja, setelah proses pengerjaan rehab total tuntas, Inclinator Bukit Sulap yang sudah banyak dinantikan operasinya itu tidak bisa serta merta langsung dioperasikan.

Karena menurut Asril,  sebelum dioperasi dan dibuka untuk umum, terlebih dahulu akan ada kontrak pemeliharaan.

BACA JUGA:Wacana Operasional Inclinator Untuk Umum Dapat Sambutan Positif Masyarakat

Kontrak pemeliharaan tersebut menurut Asril wajib ada. Entah itu frekuensi pemeliharaannya 2 pekan sekali dilakukan inspeksi atau bisa perbulan sekali.

 "Yang pasti sebelum itu (Inclinator) beroperasi kita harus ada kontrak pemeliharaan dulu," ujarnya.

Hal itu dikatakan Asril penting dilakukan untuk memastikan keamanan Inclinator yang akan dioperasikan dan dibuka untuk umum.

BACA JUGA:Event Pra PON dan Kejurnas 2023 Berdampak Positif, Okupansi Hotel Capai 70 Persen

"Jadi siapapun pengelolanya kita minta itu ada kontrak pemeliharaan selama setahun penuh," tegasnya lagi.

Disinggung pemeliharaan dari pihak ketika pasca dilakukan rehab total, dikatakan Asril, tetap ada yakni sekitar 6 bulan hingga 1 tahun.

Sementara kapasitas penumpang sendiri, bisa untuk 15-20 orang jika anhangnya tidak digunakan untuk barang.

BACA JUGA:Wow! Ternyata Dito Arieotedjo Tak Perlu Media Untuk Sosialisasi Program Partainya

Namun kapasitas Inclinator sendiri itu antara 800kg hingga 1,2 ton.

"Namun safetynya 18 tonnitu sudah termasuk keretanya," pungkasnya. *

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: