Pemkot Prabumulih Serius Tangani Masalah Banjir, Drainase Jalan Sumatera Mulai Direhabilitasi

Pemkot Prabumulih Serius Tangani Masalah Banjir, Drainase Jalan Sumatera Mulai Direhabilitasi

Pengawas lapangan proyek rehabilitasi drainase sedang mengawasi pengerjaan proyek.-Foto:dokumen palpos-

PRABUMULIH, PALPOS.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih di bawah kepemimpinan Walikota H Arlan dan Wakil Walikota Franky Nasril S.Kom MM terus menunjukkan komitmen serius dalam menangani persoalan banjir yang kerap melanda sejumlah titik di kota ini.

Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah merehabilitasi saluran drainase yang berada di sepanjang Jalan Sumatera, Kelurahan Gunung Ibul, Kecamatan Prabumulih Timur.

Pantauan di lapangan memperlihatkan kondisi drainase di Jalan Sumatera yang sebelumnya mengalami kerusakan dan penyumbatan di beberapa titik, kini mulai diperbaiki secara bertahap.

Drainase yang dulunya dangkal, tersumbat sampah, bahkan tertutup cor beton warga tanpa celah pembersihan, kini dibenahi agar aliran air kembali lancar.

BACA JUGA:PPPK Kota Prabumulih Keluhkan Belum Cairnya Gaji Pasca Dilantik, Sekda Pastikan Segera Dicairkan

BACA JUGA:Dua Kali Beraksi, Pelaku Curat di Patih Galung Ditangkap Tekab Sunyi Senyap Polsek Prabumulih Barat

Langkah rehabilitasi ini mencakup pemasangan batu baru, plesterisasi pada bagian yang rusak, hingga pembangunan kembali plat duiker (saluran beton penyeberangan air) yang sudah tidak berfungsi dengan baik.

Proyek ini bukan sekadar penambalan sementara, melainkan upaya strategis Pemkot untuk mengatasi penyebab utama banjir musiman yang meresahkan masyarakat.

Masalah banjir sudah lama menjadi keluhan warga Kota Prabumulih, khususnya di wilayah padat penduduk seperti Kelurahan Gunung Ibul.

Setiap hujan deras turun, air kerap meluap ke jalan bahkan ke pemukiman karena drainase yang tidak berfungsi optimal.

BACA JUGA:Gelora FC Juarai Turnamen Sepak Bola Walikota Prabumulih Cup 2025

BACA JUGA:Bawa 5 Paket Sabu Hari Mukti Ditangkap Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Prabumulih

Pantauan di lapangan, rehabilitasi drainase di Jalan Sumatera kini sudah berjalan.

Terlihat sejumlah pekerja tengah melakukan penggalian, pemasangan batu, serta plesterisasi dinding drainase yang sebelumnya rusak.

Selain itu, plat duiker yang menutupi aliran air ke arah ruko dan rumah warga juga diperbaiki.

Heri Safrizal ST, pengawas lapangan proyek rehab drainase Jalan Sumatera, menjelaskan bahwa proyek ini sudah dimulai beberapa waktu lalu.

BACA JUGA:DPRD Kota Prabumulih Gelar Rapat Paripurna Laporan Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025

BACA JUGA:Pengelolaan Kebersihan di Kota Prabumulih Resmi Beralih dari Perkim ke DLH

“Pengerjaan drainase ini judulnya rehab. Jadi drainase yang rusak diperbaiki, dan yang belum ada batu digali, dipasang batu, lalu diplester.Selain itu, kami juga membangun plat duiker yang sudah rusak,” ungkap pria yang akrab disapa Rizal ini seraya mengatakan proyek rehabilitasi ini menelan biaya hampir Rp180 juta.

Dana tersebut digunakan untuk memperbaiki kerusakan saluran drainase di Jalan Sumatera.

Lebih jauh, Rizal mengungkapkan salah satu penyebab utama drainase di Jalan Sumatera sering buntu adalah pembangunan plat duiker oleh warga yang menghubungkan ruko atau rumah dengan jalan raya.

Sayangnya, banyak warga yang membuat plat duiker tanpa celah pembersihan, sehingga ketika ada sampah masuk, aliran air tertutup total.

“Drainase buntu dan rusak sehingga menyebabkan banjir, kebanyakan disebabkan pembangunan plat duiker oleh warga yang menuju ke toko mereka tanpa celah untuk membersihkan.

Saat membangun, papan jatuh menutupi aliran drainase, sehingga air tidak bisa mengalir,” jelas Rizal.

Ia menambahkan, ada beberapa ruko yang memiliki plat duiker panjang menutupi drainase, tetapi tidak ada satupun lubang celah pembersihan.

Akibatnya, sampah yang terbawa air hujan menumpuk dan menyumbat aliran, lalu menyebabkan banjir.

Sebagai langkah antisipasi, pihak proyek dan pemerintah mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan aspek teknis ketika membangun akses menuju rumah atau ruko di atas drainase.

“Makanya warga kita imbau kalau cor plat duiker di atas drainase, hendaknya diberi celah.

Jadi kalau ada sampah menyumbat, bisa dibersihkan dengan mudah.

Jangan sampai drainase buntu dan akhirnya menyebabkan banjir,” pungkas Rizal. (abu)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: